Berita

KH. Marsudi Syuhud (Foto: Istimewa)

Politik

Dari Lirboyo, Marsudi Syuhud Siap Kawal Tujuh Seruan Kiai Sepuh untuk NU

SABTU, 29 AGUSTUS 2026 | 11:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pondok Pesantren Lirboyo menjadi saksi lahirnya seruan moral para Kiai Sepuh NU menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). 

Tokoh senior NU sekaligus calon Ketua Umum PBNU, KH. Marsudi Syuhud, menyatakan siap menjalankan sekaligus mengawal tujuh arahan tersebut.

Menurut Marsudi, seruan yang disampaikan para Masyayikh Lirboyo merupakan bentuk kegelisahan terhadap kondisi organisasi sekaligus ikhtiar menjaga NU dan jam'iyyah dari persoalan moral yang dapat mengancam keberlangsungan organisasi.


Ia menilai pembenahan di tubuh NU harus segera dimulai, terutama dalam momentum Muktamar ke-35. Menurutnya, tidak ada alasan untuk kembali menunda langkah perbaikan.

"Tujuh arahan dari kiai sepuh ini harus dilaksanakan dalam Muktamar kali ini. Sebab jika tidak dimulai dari sekarang, mau kapan lagi? Kalau bukan kita yang melakukan, mau siapa lagi?" tegas KH. Marsudi Syuhud melalui keterangannya kepada media, Sabtu 29 Agustus 2026.

Marsudi mengatakan, maklumat para Masyayikh Lirboyo juga mencerminkan kekhawatiran terhadap dinamika yang berkembang di lingkungan PBNU.

"Ini adalah bentuk kegelisahan para Masyayikh. Jangan biarkan para kiai sepuh menangis melihat kondisi PBNU selama ini. Semoga ini menjadi senjata pusaka untuk menyelamatkan NU dan jam'iyyah-nya," lanjutnya.

Marsudi menekankan tujuh poin tersebut perlu menjadi pegangan seluruh muktamirin dalam menentukan arah NU ke depan.

Pertama, menghentikan politisasi dan transaksi politik dalam Muktamar, termasuk segala bentuk manipulasi, rekayasa, dan politik uang.

Kedua, menolak intervensi maupun kepentingan eksternal yang berupaya memengaruhi atau menunggangi agenda Muktamar ke-35 NU.

Ketiga, mengembalikan NU pada Khittah 1926 sebagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan yang independen.

Keempat, mengedepankan tradisi tabayyun, musyawarah mufakat, serta kebijaksanaan ulama sepuh dibandingkan rivalitas politik praktis.

Kelima, menjaga persatuan jam'iyyah dengan menghindari provokasi, perpecahan, serta pola dukung-mendukung yang berpotensi merusak ukhuwah Nahdliyin.

Keenam, memastikan kepemimpinan PBNU mendatang memiliki komitmen moral, akhlak, dan integritas yang teruji.

Ketujuh, menjadikan Muktamar sebagai momentum kebangkitan moral sekaligus upaya menjaga marwah NU dan masa depan jam'iyyah demi kemaslahatan umat dan bangsa.

Bagi Marsudi, tujuh seruan tersebut bukan sekadar pesan menjelang Muktamar, melainkan amanat yang perlu diwujudkan dalam proses menentukan arah kepemimpinan dan masa depan NU.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Kuota Batu Bara Turun, Laba Bisnis Tambang Astra Tergerus 28 Persen

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:33

Denny Indrayana Walk Out dari Sidang Gugatan Ijazah Gibran

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:17

Laba Otomotif Astra Naik 8 Persen

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:13

Maroko Kembangkan Pelabuhan Raksasa Berkapasitas 20 Juta Kontainer

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:11

Lewat Program Pelita, AHY Ajak Warga Manfaatkan Energi Surya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:10

Normalisasi Sungai di Jakarta Dikebut Jelang Musim Hujan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:02

Laba Astra Tergerus 12 Persen, Ini Penyebabnya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:58

Raja Juli Batal Bahas Karhutla di DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:43

Film Laut Bercerita Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:20

BGN Perluas MBG Prasmanan, Sasar 5.000-10.000 Dapur hingga Akhir Tahun

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:19

Selengkapnya