Detik-detik banjir di perbatasan Nepal-Tibet pada Rabu 26 Agustus 2026 (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Associated Press)
Sedikitnya 90 warga negara Amerika Serikat (AS) masih hilang setelah banjir bandang menerjang kawasan perbatasan Nepal-Tibet pada Rabu, 26 Agustus 2026. Hingga Jumat, jumlah korban tewas resmi dalam bencana tersebut mendekati 600 orang.
Departemen Luar Negeri AS mengatakan tiga warga negaranya telah berhasil diselamatkan dan sejauh ini tidak ada laporan warga AS yang tewas.
“Kami dapat mengonfirmasi bahwa tiga warga negara Amerika telah berhasil diselamatkan di Nepal. Saat ini kami tidak mengetahui adanya korban jiwa warga negara AS,” kata Departemen Luar Negeri AS, dikutip Sabtu, 29 Agustus 2026.
Namun, sedikitnya 90 warga AS yang berada di wilayah terdampak masih belum ditemukan. Sebagian di antaranya merupakan peziarah yang melakukan perjalanan menuju Gunung Kailash di Tibet, salah satu situs suci yang dihormati sejumlah agama, termasuk Hindu dan Buddha.
Dikutip dari The Guardian, salah satu rombongan yang belum ditemukan merupakan anggota Yayasan Isha. Pendiri sekaligus pemimpin spiritual yayasan, Sadhguru Vasudev, mengatakan 22 warga AS yang mengikuti perjalanan ziarah tersebut termasuk di antara sekitar 80 anggota yayasan yang masih hilang.
Leslie Crespi, penghubung komunitas Yayasan Isha di AS, mengatakan pihaknya masih sempat berkomunikasi dengan koordinator rombongan sesaat sebelum bencana terjadi.
“Kami berkomunikasi dengan koordinator kelompok tersebut sekitar pukul 09.05 waktu Nepal pada Rabu yang mengatakan bahwa mereka telah tiba di sana. Dan kemudian sekitar pukul 09.14 pagi terjadilah banjir bandang ini,” ujarnya.
Kabar mengenai warga yang hilang membuat sejumlah keluarga masih menunggu kepastian mengenai keberadaan anggota keluarga mereka.
Salah satunya Venus Rajnikant Patel, 45 tahun, yang dilaporkan hilang setelah hotel tempatnya menginap berada di kawasan yang diterjang banjir.
Warga AS lainnya yang masih hilang termasuk Jitendra Patel, 72 tahun, serta Rekha Shashidharan dan putrinya yang berusia 14 tahun.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan Washington siap membantu Nepal menangani dampak bencana. Kedutaan Besar AS di Nepal juga menyatakan pemerintah AS akan menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai 500.000 Dolar AS untuk membantu masyarakat terdampak.
Di tengah pencarian yang masih berlangsung, nasib puluhan warga AS tersebut menambah panjang daftar orang yang belum ditemukan dalam bencana yang telah menewaskan hampir 600 orang itu.