Berita

Warga terlihat berkumpul di sisa-sisa reruntuhan akibat banjir bandang yang melanda Nepal pada Rabu, 26 Agustus 2026 (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Associated Press)

Dunia

Banjir Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Paus Leo XIV Kirim Doa

SABTU, 29 AGUSTUS 2026 | 07:46 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Paus Leo XIV menyampaikan duka mendalam atas bencana banjir bandang yang menerjang Nepal dan menewaskan lebih dari 600 orang. Ratusan lainnya masih dinyatakan hilang dan upaya pencarian terus dilakukan.

Melalui telegram yang ditandatangani Sekretaris Negara Vatikan, Kardinal Pietro Parolin, Paus Leo XIV menyampaikan kedekatan spiritualnya kepada para korban, keluarga yang berduka, serta seluruh masyarakat Nepal yang terdampak bencana.

Dalam pesan yang dikutip Vatikan News, Sabtu 29 Agustus 2026, Paus menyerahkan jiwa para korban yang meninggal dunia “kepada belas kasih Yang Mahakuasa” dan menyampaikan “belasungkawa yang tulus” kepada keluarga yang ditinggalkan.


Paus Leo XIV juga mendoakan para petugas yang masih berjibaku melakukan pencarian dan penyelamatan. Pesan tersebut ditutup dengan doa agar Tuhan memberikan “bantuan dan perlindungan” kepada seluruh rakyat Nepal yang terdampak bencana.

Banjir terjadi pada 26 Agustus 2026 setelah aliran air bercampur lumpur dan material debris menerjang sejumlah permukiman di dekat perbatasan Nepal-China. Hingga Jumat, lebih dari 600 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara ratusan lainnya masih belum ditemukan.

Dampak bencana juga meluas ke wilayah Tibet yang berdekatan. Ratusan orang di kawasan tersebut dilaporkan hilang, sehingga total korban yang belum ditemukan di wilayah terdampak mencapai hampir 1.500 orang.

Bencana tersebut diduga dipicu runtuhnya sebagian gletser di kawasan Himalaya yang mengirimkan gelombang air besar ke sistem sungai di sepanjang perbatasan Nepal-China. Derasnya aliran bahkan menghasilkan getaran yang sempat disangka sebagai gempa bumi.

Terjangan air dan material juga merusak jalan, jembatan, fasilitas listrik, serta sejumlah infrastruktur penting lainnya.

Sebagian korban yang masih hilang merupakan wisatawan asing yang tengah melakukan perjalanan ziarah ke Gunung Kailash dan Danau Mansarovar. Kedua kawasan tersebut dianggap suci oleh umat Hindu, Buddha, Jain, serta penganut agama Bon.

Ribuan tentara, polisi, dan petugas darurat dikerahkan untuk mencari korban dan mengevakuasi warga. Helikopter turut digunakan untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses akibat kerusakan infrastruktur.

Operasi penyelamatan masih berlangsung di tengah medan pegunungan yang berat, jalan yang rusak, serta ancaman longsor dan banjir susulan.

Bencana ini sekaligus kembali menyoroti kondisi gletser di kawasan Himalaya yang semakin terancam akibat kenaikan suhu dan pencairan es yang berlangsung lebih cepat.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Polisi Pastikan Pengemudi Pikap yang Tabrak Petugas di Gerbang DPR Mabuk Alkohol

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:26

Wakil Presiden Tanzania Emmanuel Nchimbi Mundur Usai Berselisih dengan Presiden

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:18

Wall Street Melemah, Investor Cermati Pidato Kevin Warsh

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:14

Dony Oskaria Bongkar Penataan BUMN: 290 Selesai, 254 Jadi Target

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:03

Banjir Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Paus Leo XIV Kirim Doa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:46

Saham Eropa Melesat Cantik Dipimpin Sektor Mewah dan Perbankan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:34

Dua Sumur Baru PHSS di Struktur Semberah Lampaui Target Produksi Migas

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:19

PKM Dorong Keluarga Muba Naik Kelas, Rp25 Juta Jadi Modal Kemandirian Ekonomi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:07

Ichsanuddin Noorsy dan Pemikiran Ekonomi Konstitusi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:54

MBG Jadi Bantalan Ekonomi Masyarakat Bawah, Kritik jadi Evaluasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:46

Selengkapnya