Berita

Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)/RMOL

Nusantara

MBG Jadi Bantalan Ekonomi Masyarakat Bawah, Kritik jadi Evaluasi

SABTU, 29 AGUSTUS 2026 | 06:46 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tidak hanya berperan memenuhi kebutuhan nutrisi anak, tetapi juga menjadi bantalan ekonomi bagi masyarakat lapisan bawah di tengah kondisi ekonomi yang belum menentu.

Pengamat Kebijakan Publik sekaligus pendiri Dipantara Institute, R. Saddam Al Jihad, mengatakan pro dan kontra yang muncul di tengah masyarakat justru menjadi bagian penting dalam mengawal pelaksanaan program pemerintah.

Menurut Saddam, kritik publik merupakan bentuk check and balance yang dapat membantu pemerintah mengevaluasi sekaligus memperbaiki pelaksanaan MBG.


"Saya kira yang paling pertama adalah check and balance system itu harus ada ya. Jadi keseimbangan antara pro dan kontra itu adalah bagian dari aksi dan reaksi dalam suasana public policy," ujar Saddam, dalam keterangannya dikutip redaksi di Jakarta, Sabtu 29 Agustus 2026.

Ia menilai pemerintah perlu merespons kritik dengan perbaikan nyata dan berbasis data. Karena itu, ia mendorong adanya pengawasan partisipatif dengan melibatkan organisasi kemasyarakatan independen untuk memantau operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), termasuk hingga tingkat desa.

Pengawasan dari masyarakat dapat melengkapi pengawasan resmi pemerintah sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap program MBG.

"Jadi ruang kritik itu dibuka oleh negara untuk kemudian diadopsi dan negara mengevaluasi SPPG-nya. Makanya tadi saya bilang ada aksi dan reaksi. Jadi akhirnya di situ seimbang. Akhirnya masyarakat semuanya saya yakin dan percaya terus program ini," tegasnya.

Di sisi lain, hasil riset Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) pada Februari 2026 menunjukkan manfaat MBG dirasakan langsung oleh keluarga penerima. Survei terhadap 1.800 orang tua menemukan 80 persen responden melihat anak mereka lebih rutin mengonsumsi makanan bergizi.

Dampaknya juga terasa bagi keluarga prasejahtera. Sebanyak 81 persen responden dari kelompok tersebut mendukung keberlanjutan MBG karena program ini membantu memastikan kebutuhan makanan bergizi anak terpenuhi setiap hari.

“Kehadiran MBG ini justru memberikan rasa tenang kepada keluarga ketika anak-anak mereka di sekolah dan survei kami menunjukkan, 55 persen orang tua setuju bahwa kebiasaan anaknya berubah menjadi tidak pilih-pilih makanan, setelah adanya program MBG,” terang Direktur RISED, M. Fajar Rachmadi memaparkan hasil risetnya.

“Menariknya lagi, ketika anak-anaknya bisa mendapatkan makanan di sekolah, orang tua juga merasa aman. Rasa aman ini timbul karena para orang tua yang kami survei yakin bahwa anak-anaknya mendapatkan makanan bergizi rutin melalui program MBG,” tegas Fajar.

Dengan demikian, MBG tidak sekadar menjadi program pemenuhan gizi, tetapi juga membantu meringankan beban keluarga, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah. Sementara kritik dan pengawasan publik tetap diperlukan agar manfaat program dapat semakin optimal.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Korporasi Biang Kerok Karhutla Harus Dihukum Maksimal

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:32

Partisipasi Industri Lokal Menguat, 101 Calon Mitra PSEL Denera Lolos Seleksi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:31

IHSG Rontok 1,29 Persen, Rupiah Cerah ke Rp18.112 per Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:27

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Pasokan Gas RI ke Luar Negeri

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:12

Harga Emas Antam Turun Lagi, Beli Sekarang?

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:01

Andrea Bocelli Harus Cabut Dukungan ke Israel jika Ingin Konser di Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:43

Pemerintah Jangan Tutup Mata atas Nasib PMI di Malaysia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:25

Indonesia dan Singapura Harus Kompak Bongkar Jejak Korporasi Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:14

Kopdes Jangan Malah Jadi Pesaing UMKM

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:05

Jakarta Tak Kalah dari Singapura Gelar Konser Dunia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:40

Selengkapnya