Berita

Sidang Kanal Debottlenecking yang dipimpin Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Asosiasi Logistik Ngeluh Biaya Kargo Udara Mahal

Purbaya Wanti-wanti Efek Domino
KAMIS, 27 AGUSTUS 2026 | 02:02 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (ASPERINDO) mengeluhkan mahalnya biaya kargo udara yang dinilai turut membebani ongkos logistik nasional.

Persoalan tersebut disampaikan ASPERINDO dalam Sidang Kanal Debottlenecking yang dipimpin Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Rabu 26 Agustus 2026.

Dalam aduannya, ASPERINDO menyampaikan dua persoalan utama yang dinilai menambah struktur biaya kargo udara. 


Pertama, terkait pengenaan biaya Jasa Pemeriksaan Keamanan Kargo dan Pos (JASPER), Jasa Terkait Bandar Udara (JASTER), serta Standard Ground Handling Agreement (SGHA).

ASPERINDO menilai komponen tersebut menambah struktur biaya terminal kargo yang sudah berlapis, termasuk biaya Regulated Agent (RA).

Pengenaan JASPER dan JASTER juga dinilai berpotensi menduplikasi fungsi maupun biaya yang sebelumnya telah dijalankan RA. Kondisi ini pada akhirnya dapat menambah beban dalam rantai pasok logistik nasional.

Persoalan kedua berkaitan dengan perbedaan standar perhitungan berat volumetrik atau volumetric weight kargo antar-maskapai.

ASPERINDO mencatat sejak 16 Juni 2025 terdapat maskapai yang menggunakan angka pembagi 5.000. Padahal, sebelumnya industri umumnya menggunakan pembagi 6.000. Perubahan tersebut membuat berat tertagih atau chargeable weight barang ringan berukuran besar meningkat hingga sekitar 20 persen.

Kenaikan berat tertagih itu berpotensi membuat ongkos kirim ikut membengkak, khususnya bagi pelaku UMKM dan sektor e-commerce. Dampaknya dikhawatirkan semakin terasa di wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T).

Menanggapi aduan tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pengendalian biaya kargo udara penting dilakukan karena transportasi udara menjadi salah satu jalur distribusi barang antarpulau.

Menurutnya, ongkos transportasi yang tinggi dapat berujung pada kenaikan harga barang di berbagai daerah.

"Jadi harusnya sih ini penting karena salah satu proses untuk mengendalikan biaya logistik. Apalagi kita banyak antar pulau kan, kalau nggak kan seperti yang dibilang tadi oleh anggota Asperindo, transportasi barang antar pulau jadi mahal," ujar Purbaya.

Purbaya mengakui penyelesaian persoalan tersebut belum sepenuhnya tuntas. Namun, Kementerian Perhubungan akan mempercepat penyusunan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) untuk menata komponen biaya kargo udara sekaligus menyinkronkan proses bisnis di bandara.

"Ya nggak tuntas, tapi sebagian kan perhubungan akan mempercepat proses-proses pembuatan peraturan menteri perhubungan sehingga servis di bandara nanti clear seperti apa, sehingga nggak ada pertanyaan lagi," kata Purbaya.

Purbaya berharap regulasi yang lebih jelas dapat membuat struktur biaya jasa di bandara menjadi lebih transparan. Ia juga mendorong persaingan usaha yang lebih terbuka agar tarif layanan tidak mudah meningkat.

"Saya sih ngarepinnya ada kompetisi yang lebih terbuka sehingga harganya lebih terkendali tadi untuk keamanan dan apalah tadi, satu tadi," tambahnya.

Ia menegaskan persoalan biaya logistik tidak bisa dilihat hanya dari satu komponen. Sebab, kenaikan satu biaya berpotensi diikuti kenaikan biaya lainnya hingga akhirnya membebani masyarakat.

"Apalagi nanti kalau nggak terkendali, biayanya kalau satu naik nggak dikendalikan, yang lain akan ikut naik jadi biaya logistiknya semakin mahal," tegas Purbaya.

Karena itu, pemerintah akan mencari kebijakan yang dinilai tepat untuk menekan biaya logistik sekaligus memperlancar distribusi barang antardaerah.

"Jadi kita coba mengendalikan biaya logistik dengan kebijakan yang pas supaya arus barang lebih baik di sini sehingga inflasi juga bisa dikendalikan," pungkas Purbaya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya