Berita

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Purbaya Wanti-wanti BNPB Jangan Markup Anggaran Karhutla

RABU, 26 AGUSTUS 2026 | 20:40 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah akan mencairkan anggaran yang diajukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Kalimantan.

Purbaya mengatakan anggaran khusus penanganan bencana, termasuk karhutla, telah disiapkan pemerintah. Namun, pencairannya masih menunggu pengajuan kebutuhan dari BNPB.

Dia pun mengingatkan BNPB agar tidak menaikkan anggaran yang diajukan melebihi kebutuhan sebenarnya.


"Kita sih uangnya siap terus, tinggal BNPB operasinya seperti apa. Ya (berapa pun anggarannya akan dicairkan), asal jangan di-markup saja," kata Purbaya kepada awak media di Kantor Kementerian Keuangan, Rabu 26 Agustus 2026.

Menurutnya, BNPB masih melakukan asesmen sebelum mengajukan tambahan anggaran untuk menangani karhutla yang terjadi di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat.

Saat ini, BNPB masih memiliki anggaran sekitar Rp5 triliun untuk menangani bencana. Menurutnya, jika dana tersebut tidak mencukupi, ia akan segera mencairkan tambahan anggaran sesuai kebutuhan. 

Namun, hingga saat ini Purbaya mengaku belum menerima usulan tambahan dana khusus penanganan karhutla dari BNPB.

"Nanti tergantung permintaan BNPB, kita akan menyalurkan lewat BNPB. Mereka belum minta, tapi kita sediakan, 'kan mereka punya Rp5 triliun, kalau kurang ya kita tambah," ungkapnya.

Selain BNPB, Purbaya mengatakan Kementerian Kehutanan juga telah meminta anggaran untuk penanggulangan karhutla di Kalimantan. Kementerian Keuangan pun telah mencairkan sebagian anggaran yang diminta tersebut.

Namun, dia tidak merinci besaran tambahan anggaran yang telah dicairkan untuk Kementerian Kehutanan.

Purbaya memperkirakan kebutuhan anggaran untuk menangani karhutla di Kalimantan tidak akan lebih besar dibandingkan biaya penanganan bencana banjir dan longsor di Aceh.

"BNPB belum ngasih biaya total, ya kita tidak tahu berapanya, 'kan ini masih terjadi kan, sedang dia ases ulang. Tapi hitungan saya sih, tidak akan sebesar di Aceh, karena di Aceh masif sekali," tandasnya.


Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya