Berita

Mantan Kepala Bea Cukai Kediri, Gatot Heroe Hernanda. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Hukum

KPK Tahan Gatot Heroe Hernanda, Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

RABU, 26 AGUSTUS 2026 | 20:10 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan mantan Kepala Bea Cukai Kediri, Gatot Heroe Hernanda (GHH), tersangka baru dalam pengembangan perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait kepabeanan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein mengatakan, penetapan Gatot sebagai tersangka merupakan hasil pengembangan dari fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan perkara pokok serta bukti-bukti baru yang diperoleh penyidik.

"Atas hasil pengembangan penyidikan dan fakta-fakta yang muncul dalam persidangan perkara pokok, serta bukti-bukti baru yang diperoleh pada tahap penyidikan, telah ditemukan kecukupan alat bukti untuk menetapkan tersangka baru," kata Taufik kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu malam, 26 Agustus 2026.


Taufik menerangkan, Gatot yang merupakan Kepala Subdirektorat Penindakan Direktorat P2 DJBC periode 2025-2026 selaku pihak penerima diduga terlibat dalam praktik suap terkait perkara kepabeanan yang tengah dikembangkan KPK.

Atas dugaan tersebut, Gatot dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, atau Pasal 606 Ayat 2 UU 2026 tentang Penyesuaian Pidana Juncto Pasal 126 UU 1/2023 tentang KUHP Juncto Pasal 20 huruf c UU KUHP, atau Pasal 12B UU Tipikor.

"Untuk kepentingan penyidikan, terhadap saudara GH dilakukan penahanan untuk 20 hari pertama, terhitung sejak 26 Agustus sampai dengan 14 September 2026," terang Taufik.

Gatot ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Cabang Gedung Merah Putih KPK.

Penahanan Gatot menambah daftar tersangka dalam perkara dugaan korupsi di lingkungan DJBC.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka, yakni Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC periode 2024-Januari 2026 Rizal, Kasubdit Intelijen P2 DJBC Sisprian Subiyaksono, Kasi Intel DJBC Orlando Hamonangan, pemilik Blueray Cargo John Field, Ketua Tim Dokumen Importasi Blueray Cargo Andri, Manager Operasional Blueray Cargo Dedy Kurniawan, serta Kepala Seksi Intelijen Cukai P2 DJBC Budiman Bayu Prasojo.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya