Berita

Anggota Bawaslu Lolly Suhenty. (Foto: Humas Bawaslu)

Politik

Lolly Suhenty: Kerja Kehumasan Bawaslu Menjaga Halaman Rumah

RABU, 26 AGUSTUS 2026 | 19:26 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Anggota Bawaslu Lolly Suhenty menekankan pentingnya peran kehumasan sebagai garda terdepan dalam membangun kepercayaan publik terhadap lembaga. 

Hal tersebut disampaikannya saat membuka acara "Evaluasi Kebijakan Publikasi dan Pemberitaan Bawaslu dalam Masa Non-Tahapan Pemilu" yang digelar di Surabaya, Selasa, 25 Agustus 2026.

Dalam sambutannya, Lolly mengibaratkan kerja kehumasan seperti merawat sebuah hunian. Menurutnya, citra lembaga sangat bergantung pada bagaimana informasi dikemas dan disajikan kepada masyarakat.


"Kerja kehumasan itu pada dasarnya adalah kerja menjaga halaman rumah. Kalau halaman rumah kita bersih, tertata, menarik, maka itu mengundang orang untuk datang. Kalau halaman rumah kita menarik, indah, memberikan kenyamanan, dan terbuka untuk orang lain, maka orang itu tertarik untuk datang dan berlama-lama di rumah kita. Seperti itulah kehumasan Bawaslu," ujar Lolly dikutip melalui keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026.

Ia menegaskan, keberhasilan humas tidak lagi hanya diukur dari kuantitas berita yang diproduksi, melainkan kualitas dampak yang dihasilkan.

"Ketika kita bicara soal kehumasan, maka kita bicara soal jembatan antara informasi dengan kepercayaan publik," tambahnya.

Mantan Anggota Bawaslu Provinsi DKI Jakarta ini memaparkan, sejak tahun 2022 Bawaslu telah membangun ekosistem komunikasi publik yang terukur melalui empat prinsip utama dalam setiap publikasi dan pemberitaan.

Di antaranya prinsip informatif agar publik yang tidak mengetahui tentang pemilu menjadi lebih paham. Kemudian prinsip edukatif yang bertujuan untuk mengubah ketidaktahuan menjadi pemahaman.

"Impresif, untuk membangun ketertarikan publik terhadap kanal informasi Bawaslu. Serta advokatif, sehingga mampu menggerakkan masyarakat menjadi pengawas partisipatif," urai Lolly.

Lebih lanjut, ia merefleksikan perjalanan humas Bawaslu selama empat tahun terakhir. Jika tahun 2022 adalah fase pembangunan fondasi dan 2023-2024 berfokus pada perluasan jangkauan serta manajemen krisis, maka tahun 2026 adalah saatnya mengukur dampak nyata.

"Tahun ini, kewajiban kita adalah mengukur kualitas dan dampaknya. Dari yang sekedar pertanyaannya berapa banyak Bawaslu Provinsi A bikin pemberitaan, sekarang bergeser pada seberapa baik Bawaslu memberikan informasi dan seperti apa engagement-nya," jelas Lolly.

Kepercayaan Publik Meningkat Signifikan

Upaya penguatan humas ini membuahkan hasil positif. Lolly mengungkapkan data dari Litbang Kompas yang menunjukkan tren citra dan kepercayaan terhadap Bawaslu mengalami kenaikan drastis.

"Jika di 2023 tren citra dan kepercayaan terhadap Bawaslu itu angkanya di 62,3 persen, maka di 2025 Januari menjadi 81,6 persen. Komisi Informasi Publik juga menyatakan kita lembaga yang informatif, dan 75 persen jurnalis menyatakan senang melakukan liputan di Bawaslu," ungkapnya.

Meski meraih prestasi, Lolly mengingatkan adanya beberapa catatan yang harus dibenahi, antara lain ketidakmerataan pengawasan siber di daerah, fluktuasi keterlibatan publik (public engagement) serta kesenjangan kualitas SDM di tiap wilayah.

"Ruang demokrasi itu tidak sekedar ada di TPS, ruang demokrasi itu ada di handphone, ada di laptop. Oleh karena itu, pengawasan siber harus merata di seluruh provinsi dan kabupaten/kota," tegasnya.

Acara evaluasi ini turut dihadiri oleh Ketua Komisi II DPR RI, akademisi, serta praktisi media. Lolly berharap masukan dari berbagai pihak eksternal dapat membantu humas Bawaslu dalam beradaptasi dengan perubahan zaman. 

"Bawaslu akan terlihat baik jika humasnya bisa memberitakan yang baik. Halaman rumah Bawaslu harus baik supaya orang mau datang dan merasakan manfaat atas kehadiran serta kinerja Bawaslu," demikian Lolly menutup.


Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Rp106,3 Miliar dari OTT BPN, Uang Disimpan di Rumah Tangan Kanan Nusron

Selasa, 15 September 2026 | 20:26

Bapera Hormati Proses Hukum Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 20:24

Homecoming Festival IKA Unpad 2026 Jahit Harmoni Lintas Generasi

Selasa, 15 September 2026 | 20:11

BNI-Pajakind Integrasikan Layanan Perbankan-Perpajakan Digital untuk UMKM

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

Ini Identitas 19 Orang Terjaring OTT KPK di Kasus Kementerian ATR/BPN

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

KPK Tahan 8 Tersangka Kasus Suap ATR/BPN, Tangan Kanan Nusron hingga Bos Summarecon

Selasa, 15 September 2026 | 19:58

UOB: Indonesia Punya Tameng Hadapi Guncangan Global, Apa Itu?

Selasa, 15 September 2026 | 19:37

KUHP-KUHAP Baru Perkuat Peran Advokat Dampingi Klien

Selasa, 15 September 2026 | 19:28

Purbaya Terlempar dari Kabinet Diduga Gegara Whoosh

Selasa, 15 September 2026 | 19:17

Pejabat ATR/BPN Terjaring OTT KPK, Wamen Ossy Minta Publik Tak Berspekulasi

Selasa, 15 September 2026 | 19:01

Selengkapnya