Berita

Audiensi Serikat Buruh PT Pos Indonesia bersama pimpinan DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026. (Foto: Dok. DPR)

Politik

DPR Minta Kemenkeu Bayar Utang Rp158 M ke PT Pos

RABU, 26 AGUSTUS 2026 | 18:00 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pimpinan DPR bergerak cepat mengawal pembayaran hak puluhan ribu karyawan dan pensiunan PT Pos Indonesia dengan mendesak Kementerian Keuangan segera mencairkan tagihan sebesar Rp158 miliar pekan ini.

Langkah tegas ini diambil usai Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Ketua Komisi VI Anggia Ermarini, dan Wakil Ketua Komisi VI Andre Rosiade menggelar dialog bersama Serikat Buruh PT Pos Indonesia di Ruang Pimpinan, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026.

Tagihan senilai Rp158 miliar tersebut merupakan hak PT Pos atas layanan jasa Kementerian Sosial berdasarkan hasil audit resmi, di luar piutang kepada Bulog dan Peruri. Komisi VI DPR mencatat surat permohonan pencairan telah dikirim ke Kemenkeu sejak 12 Agustus 2026.


Dasco menegaskan, pencairan ini sifatnya mendesak karena dana tersebut murni piutang atas kinerja BUMN berusia 281 tahun itu, bukan dana bantuan atau bailout.

"Ini hak PT Pos yang harus dibayar, bukan belas kasihan. Kami minta persoalan penyehatan PT Pos segera diurai dan dituntaskan, karena ini aset bangsa yang usianya sudah 281 tahun," tegas Dasco.

Desakan ini terbilang krusial mengingat ada 31.000 karyawan aktif yang menantikan kepastian gaji berstatus jatuh tempo pada 1 September mendatang, serta keberlanjutan hidup 28.000 pensiunan.

"Kami dengar langsung kekhawatiran teman-teman buruh. Ini bukan sekadar angka di laporan keuangan, tapi menyangkut dapur puluhan ribu keluarga," timpal Anggia Ermarini.

Selain mendorong penyelesaian piutang jangka pendek, DPR berkomitmen mengawal proses restrukturisasi dan penyehatan manajemen PT Pos secara menyeluruh.

Komisi VI DPR akan terus memantau komunikasi intensif antara manajemen PT Pos, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), dan serikat pekerja. Langkah sinergis ini dinilai penting agar PT Pos mampu memperkuat posisinya sebagai pemain utama lini bisnis logistik nasional di masa depan.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya