Berita

Pengurus DPN LKPHI. (Foto: Istimewa)

Politik

Masyarakat Diminta Tak Terprovokasi Berita Hoaks Jelang Aksi 27 Agustus

RABU, 26 AGUSTUS 2026 | 17:57 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Dewan Pimpinan Nasional Lembaga Kajian dan Peduli Hukum Indonesia (DPN LKPHI) menyerukan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian Jakarta menjelang rencana aksi penyampaian aspirasi pada 27 Agustus 2026.

DPN LKPHI menilai penyampaian pendapat merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang harus dihormati. Namun, kebebasan dalam menyampaikan aspirasi, menurut lembaga tersebut, harus tetap dilakukan secara damai, tertib, serta menghormati hukum dan hak masyarakat lainnya.

Direktur Eksekutif DPN LKPHI, Ismail Marasabessy juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terbukti kebenarannya, terutama informasi yang berpotensi memicu keresahan maupun memperuncing perbedaan di tengah masyarakat.


“Kami mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap menjaga ketenangan dan persaudaraan. Jangan sampai informasi yang belum terverifikasi, provokasi, maupun narasi yang menyesatkan membuat masyarakat terpecah dan saling berhadapan,” ujar Ismail dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026.

Selain mengajak masyarakat tidak terprovokasi, DPN LKPHI juga menyerukan penolakan terhadap segala bentuk kekerasan dan tindakan anarkis yang dapat mengganggu keamanan serta merugikan masyarakat.

Menurut Ismail, penyampaian aspirasi harus tetap mengedepankan dialog, musyawarah, dan cara-cara yang damai. Perbedaan pandangan, kata mereka, merupakan bagian dari dinamika demokrasi dan tidak seharusnya menjadi alasan untuk menghilangkan rasa persaudaraan.

“Kita boleh berbeda pendapat, tetapi kita tetap satu bangsa. Aspirasi boleh disampaikan dengan tegas, tetapi harus tetap dilakukan dengan cara yang bermartabat dan bertanggung jawab. Demokrasi tidak membutuhkan kekerasan,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat dan seluruh pihak yang berada di Jakarta untuk bersama-sama menjaga fasilitas umum serta keamanan dan kenyamanan warga. Aktivitas masyarakat yang tidak berkaitan dengan aksi diharapkan tetap dapat berjalan dengan aman dan normal.

“Jangan mudah percaya pada informasi yang sumbernya tidak jelas. Periksa terlebih dahulu sebelum menyebarkan. Satu informasi yang tidak benar bisa memicu keresahan, sementara sikap tenang dan bijaksana dapat menjaga persaudaraan,” imbuhnya.

DPN LKPHI berharap seluruh elemen masyarakat dapat menjadikan momentum penyampaian aspirasi sebagai bagian dari proses demokrasi yang sehat dan dewasa.

Lanjut Ismail, menjaga ketertiban dan menyampaikan aspirasi bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya dapat berjalan beriringan selama seluruh pihak mengedepankan tanggung jawab, menghormati hukum, dan menjaga hak masyarakat lainnya.

DPN LKPHI pun mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menjaga Jakarta agar tetap aman, damai, kondusif, dan harmonis.

“Mari kita jaga Jakarta. Jangan biarkan perbedaan memutus persaudaraan. Mari kita buktikan bahwa bangsa Indonesia mampu menyampaikan aspirasi dengan keberanian, tetapi tetap dengan kedamaian dan rasa cinta kepada tanah air,” pungkasnya.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Protelindo Masuk BTEL, Kuasai 10,86 Persen Saham Bakrie Telecom

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:26

Prabowo ke NTT Hari Ini, Pastikan Penanganan Korban Gempa Berjalan Baik

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:17

Pengamat: Rekam Jejak Mumpuni Bikin KH Marsudi Syuhud Unggul di Bursa Ketum PBNU

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:13

Presiden Prabowo Dijadwalkan Buka Muktamar ke-35 NU Besok

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:12

Emas Antam Merosot Rp18.000, Satu Gram Jadi Segini

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:03

DEEP Ingatkan Percepatan Pemilu Harus Punya Alasan Konstitusional

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:55

IHSG Balik Arah ke Zona Merah, Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:44

SHOW Token Dorong Transformasi Industri Hiburan Global lewat Teknologi AI dan Blockchain

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:21

Bursa Asia Variatif, Investor Pantau Pergerakan Timur Tengah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:06

THMP Bantah Pertemuan Jokowi-Relawan Bahas Pemilu 2029

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:03

Selengkapnya