Berita

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Bisnis

Anggaran Karhutla Siap Ditambah Meski BNPB Belum Ajukan Biaya

RABU, 26 AGUSTUS 2026 | 16:51 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah memastikan persoalan anggaran tidak akan menjadi hambatan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pihaknya siap menambah anggaran apabila Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengajukan kebutuhan dana tambahan untuk penanganan karhutla.

Namun hingga kini, kata Purbaya, BNPB belum menyampaikan total kebutuhan anggaran lantaran proses asesmen terhadap kondisi di lapangan masih berjalan.


"Itu kan kita diminta, nanti tergantung permintaan BNPB kan. Kita akan channeling lewat BNPB," ujar Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu 26 Agustus 2026.

Bendahara negara itu mengatakan, BNPB saat ini memiliki anggaran sekitar Rp5 triliun yang dapat digunakan untuk seluruh penanganan bencana.

"Belum minta. Tapi kita sediain. kan mereka punya Rp5 triliun. Kalo kurang ya kita tambah nanti," jelasnya.

Menurutnya, saat ini Kementerian Kehutanan juga telah mengajukan kebutuhan anggaran untuk penanganan karhutla. Sebagian dari anggaran yang diajukan tersebut, kata Purbaya, telah diberikan.

"Sementara ini, Kementerian Kehutanan juga sudah minta anggaran, kita sudah kasih sebagian," ujarnya.

Meski begitu, ia belum dapat memastikan berapa total anggaran yang nantinya dibutuhkan untuk menangani karhutla di Kalimantan.

Ia memperkirakan kebutuhan anggaran penanganan karhutla di Kalimantan tidak akan sebesar penanganan bencana di Aceh yang memiliki skala lebih besar.

"BNPB belum ngasih biaya total, ya kita ga tau berapanya. kan Ini masih terjadi kan, dia akan ases ulang. Tapi hitungan saya sih ga akan sebesar di Aceh. Karena kan Aceh kan masif sekali," tambah dia.

Purbaya juga memastikan pemerintah siap mendukung target percepatan penanganan karhutla dalam satu hingga dua pekan sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo Subianto.

"Kita sih uangnya siap terus, tinggal BNPB operasinya seperti apa," tandasnya.


Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya