Berita

Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, saat menerima dukungan Pemkab Mamuju Tengah, dengan menyerahkan salinan sertifikat lahan oleh Bupati Mamuju Tengah Arsal Aras, di Kantor Kemensos, Jakarta, Senin, 24 Agustus 2026. (Foto: Humas Kemensos)

Politik

Mamuju Tengah Siapkan Lahan 8,85 Hektare untuk Pembangunan Sekolah Rakyat

RABU, 26 AGUSTUS 2026 | 13:58 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Persiapan pembangunan Sekolah Rakyat di Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, memasuki tahap baru setelah pemerintah daerah menyerahkan sertifikat lahan kepada Kementerian Sosial (Kemensos).

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menerima sertifikat tersebut dari Bupati Mamuju Tengah Arsal Aras di Kantor Kemensos, Jakarta, Senin 24 Agustus 2026 lalu.

Penyerahan sertifikat ini menjadi tindak lanjut proses penyiapan lahan yang sebelumnya dilaporkan Pemkab Mamuju Tengah kepada Kemensos pada Juli lalu. Lahan yang semula dinilai kurang layak kemudian dipindahkan ke Desa Mamahe, Kecamatan Tobadak, dengan luas sekitar 8,85 hektare.


Saat ini, lahan tersebut masih berupa lahan pertanian dan dipersiapkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat.

“Pak Bupati Mamuju Tengah menyerahkan sertifikat lahan, luasnya 8 hektare yang direncanakan untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Mamuju Tengah,” ujar Agus Jabo dalam keterangan tertulisnya, Rabu 26 Agustus 2026.

Dengan terbitnya sertifikat calon lahan Sekolah Rakyat, Agus Jabo berharap Mamuju Tengah dapat mengikuti pembangunan Sekolah Rakyat Tahap 3 yang ditargetkan berlangsung tahun ini.

“Kami berharap di tahun ini Mamuju Tengah bisa mengikuti pembangunan Sekolah Rakyat Tahap 3, supaya anak-anak kita yang ada di Mamuju Tengah, khususnya anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, bisa secepatnya mendapatkan pendidikan yang layak,” katanya.

Menurut Agus Jabo, kehadiran Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya pemerintah memutus transmisi kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan. Pendidikan dinilai menjadi salah satu instrumen penting untuk membuka kesempatan lebih besar bagi anak-anak dari keluarga miskin dalam meningkatkan kualitas hidup.

“Seperti yang diharapkan Bapak Presiden, Sekolah Rakyat ini diharapkan bisa memutus transmisi kemiskinan antargenerasi melalui jalur pendidikan. Kita siapkan, kita gotong royong supaya kemiskinan bisa segera diatasi dan kita bisa menjadi negara yang berdaulat, adil, dan makmur,” ujarnya.

Agus Jabo menambahkan, Presiden Prabowo Subianto memiliki perhatian besar terhadap pendidikan sebagai salah satu jalan keluar dari kemiskinan. Karena itu, Sekolah Rakyat dikembangkan hingga jenjang pendidikan dasar agar intervensi terhadap anak-anak dari keluarga miskin dapat dilakukan sejak dini.

Ia juga menjelaskan kebutuhan terhadap Sekolah Rakyat masih sangat besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikan dalam konteks program tersebut, masih terdapat lebih dari satu juta anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang tidak bersekolah.

Sementara itu, kapasitas Sekolah Rakyat yang tersedia saat ini baru sekitar 43.000 siswa. Untuk memperluas jangkauan program, pemerintah meningkatkan kapasitas dari sebelumnya sekitar 1.000 siswa per sekolah menjadi hingga 2.500 siswa per sekolah.

Bupati Mamuju Tengah Arsal Aras menjelaskan, sertifikat lahan yang diserahkan kepada Kemensos baru terbit pada 19 Agustus 2026. Karena itu, pihaknya langsung membawa dokumen tersebut ke Kemensos sebagai tindak lanjut proses penyiapan lahan.

“Terakhir proses sertifikatnya di tanggal 19 Agustus kemarin baru terbit, jadi sekarang kami bawa,” ujar Arsal.

Ia mengatakan Pemkab Mamuju Tengah terus bersinergi dengan pemerintah pusat untuk memastikan seluruh persyaratan pembangunan Sekolah Rakyat dapat dipenuhi.

Penyerahan sertifikat tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam memastikan kesiapan lahan. Setelah seluruh persyaratan terpenuhi dan proses verifikasi selesai, pembangunan Sekolah Rakyat diharapkan dapat segera dilaksanakan.


Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Utang dan Delusi Pembangunan

Rabu, 16 September 2026 | 05:52

Tak Ulangi Kesalahan Purbaya, Suahasil Diharapkan Terus Gelorakan Ekonomi Konstitusi

Rabu, 16 September 2026 | 05:22

Pengukuhan Pengurus PERKAPI Bakal Dihadiri Menhum dan Ketua Komisi XIII DPR

Rabu, 16 September 2026 | 04:44

Fungsi KDKMP yang ‘Disabotase’

Rabu, 16 September 2026 | 04:24

Menhan Sjafrie Apresiasi Bantuan Jepang dalam Atasi Karhutla

Rabu, 16 September 2026 | 03:57

Politikus Senior PKS: PPHN Jangan jadi RPJPN Kedua

Rabu, 16 September 2026 | 03:30

38 Aset Senilai Rp846 Miliar Disita Kejagung dalam Kasus Febrie

Rabu, 16 September 2026 | 03:03

Kegiatan Belajar di SMPN 16 Medan Pulih 100 Persen Usai Dilanda Banjir

Rabu, 16 September 2026 | 02:48

WNA Malaysia Laporkan Pamen Polri Terkait Kasus Investasi Emas ke Bareskrim

Rabu, 16 September 2026 | 02:24

Kemensos Apresiasi Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulsel Mulai Beroperasi

Rabu, 16 September 2026 | 01:59

Selengkapnya