Berita

Pengamat politik Hendri Satrio. (Foto: RMOL)

Politik

Pernyataan Budi Arie Mirip Diskusi Pra-Makar

RABU, 26 AGUSTUS 2026 | 10:46 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pengamat politik Hendri Satrio ikut merespons pernyataan Budi Arie Setiadi yang belakangan ramai diperbincangkan terkait kemungkinan terjadinya “percepatan sejarah” dalam dinamika politik nasional menuju 2029.

Hendri mengaku telah menghubungi langsung Budi Arie untuk mengklarifikasi pernyataan tersebut. Namun, menurutnya, penjelasan yang disampaikan Budi Arie masih terkesan setengah-setengah.

“Saya langsung kontak Budi Arie. Katanya Budi itu setengah-setengah, nggak full,” kata Hendri dalam forum Fikom Unpad Connection bertajuk “E-Voting untuk Memilih Pejabat Negara: Seberapa Siap Indonesia?” di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 26 Agustus 2026.


sosok yang akrab disapa Hensa itu kemudian berseloroh dengan menggambarkan pernyataan Budi Arie seperti menikmati sebuah lagu yang tidak harus dimulai dari bagian intro.

“Kadang kita menikmati lagu nggak harus dari intro. Bisa langsung reff,” ujarnya disusul tawa kecil.

Menurut Hendri, momentum pernyataan Budi Arie menjadi perhatian karena disampaikan ketika Presiden Prabowo  tengah sibuk dengan persoalan kebencanaan, sementara Budi bersama mantan Presiden Jokowi justru membicarakan mengenai persiapan menghadapi Pemilu 2029.

“Itulah hebatnya Jokowi. Prabowo sedang sibuk gempa NTT, Karhutla, dia bicara persiapan 2029. Momentumnya selalu pas,” kata Hendri.

Founder lembaga Survei KedaiKOPI itu menilai timing pernyataan tersebut menjadi bagian yang tidak bisa diabaikan dalam membaca dinamika politik yang berkembang.

Ia bahkan mengibaratkan pembicaraan mengenai kemungkinan percepatan politik tersebut seperti sebuah diskusi yang dilakukan sebelum terjadinya makar.

“Ini seperti diskusi pra-makar,” pungkasnya.


Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

DPR Minta Pemerintah Perkuat Insfrastruktur Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:28

Obligasi Global Perdana Danantara Laris

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:13

Legislator PDIP Ini Janji Perjuangkan Alsintan

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:57

Pengurangan Angka Pelanggaran Jadi Indikator Keberhasilan Operasi Patuh Jaya 2026

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:44

KNMP Potensi Menjawab Kebutuhan Nelayan Kecil

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:30

Sinopsis dan Kisah Kelam Clayface, Musuh Ikonik Batman

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:19

Pemakzulan Gibran Harus Lewat Jalur Konstitusi, Bukan cuma Tekanan Politik

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15

Jelang Pemilu, Oposisi Israel Klaim Netanyahu Tak Layak Pimpin Negara

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:58

Pemerintah Siapkan Skema Baru Pengadaan Energi, Negara Bakal Deal Langsung dengan Pemasok

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:57

KPU Perlu Fokus Benahi Pemilu 2029

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:53

Selengkapnya