Berita

Diskusi Publik: “Polri Presisi & Polri untuk Masyarakat: Catatan Capaian Strategis Polri dalam Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran dalam Mendukung serta Mewujudkan Program Asta Cita bagi NKRI" di Jakarta. (Foto: Istimewa)

Politik

Era Prabowo, Kinerja Polri Makin Moncer

RABU, 26 AGUSTUS 2026 | 00:41 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Dari perspektif kebijakan publik, capaian Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo selama pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dapat dibaca sebagai perluasan kontribusi kepolisian dari fungsi keamanan konvensional menuju institusi yang turut mendukung agenda perlindungan sosial dan pembangunan nasional.

Demikian pandangan Analis Kebijakan Publik dan Sosial-Politik Nasional Nasky Putra Tandjung dalam Diskusi Publik: “Polri Presisi & Polri untuk Masyarakat: Catatan Capaian Strategis Polri dalam Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran dalam Mendukung serta Mewujudkan Program Asta Cita bagi NKRI" di Jakarta, Selasa 25 Agustus 2026.

"Namun, saya ingin memberikan catatan metodologis: tahun 2026 masih berjalan, sehingga data 2026 yang digunakan dalam diskusi ini merupakan capaian yang telah dipublikasikan sampai periode tertentu, bukan rekap final dua tahun," kata Nasky.


Salah satu indikator objektif yang dapat digunakan, kata Nasky, adalah tingkat penyelesaian perkara.

Menurut data Pusiknas Polri, berdasarkan rilis akhir tahun 2025 mencatat 325.345 perkara ditangani secara nasional dengan crime clearance 76,22 persen, dan 248.076 perkara berhasil diselesaikan.

"Angka ini menunjukkan kapasitas penegakan hukum, tetapi secara akademis tidak boleh menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan," kata Nasky.

Menurut Nasky, kinerja Polri harus dinilai secara multidimensional, yakni berupa penyelesaian perkara, kualitas penyidikan, kepastian hukum, perlindungan korban, integritas aparat, kepuasan masyarakat dan tingkat kepercayaan publik.

Selain itu, berdasarkan data Bareskrim untuk 2025, Polri melaporkan 410 perkara korupsi dituntaskan, 946 tersangka ditetapkan dan aset/uang negara sekitar Rp2,3 triliun diselamatkan. Untuk penyelundupan, tercatat 200 kasus dengan 247 tersangka.

"Ini relevan dengan agenda penguatan tata kelola pemerintahan dan perlindungan kepentingan ekonomi nasional," kata Nasky.

Polri juga melaporkan bahwa Satgas Pangan sepanjang 2025 melaksanakan 2.408 kegiatan preemtif, 7.480 kegiatan preventif dan penegakan hukum terhadap 102 kasus terkait komoditas pangan.

"Artinya, keamanan ekonomi dan keamanan pangan semakin memiliki irisan dengan tugas kepolisian," kata Nasky.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Dipanggil KPK

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:31

Bisnis Ritel MAP Tumbuh Dua Digit, Laba Bersih Capai Rp2,1 Triliun

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:30

Konser Ye Sumbang Perputaran Ekonomi Rp600 Miliar, UMKM Ikut Kecipratan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Cari Pemimpin Baru, Kadin Jaktim akan Gelar Mukota VII

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Ekosistem Baterai Makin Maju, Toyota Didorong Garap Full EV

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:16

KPK Panggil Sejumlah Tenaga Ahli dan Kepala Biro BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:01

Periksa Suhu

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:00

Dony Oskaria Kumpulkan Petinggi BUMN, Ada Apa?

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:51

Bank Mandiri Buka-bukaan Soal Kredit Rp40 Triliun ke Haji Isam, Beberkan Agunan Saham JARR-PGUN

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:41

Sempat Mangkir, KPK Bakal Panggil Ulang Suami Fadia Arafiq

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:26

Selengkapnya