Berita

Representative Image (Foto: AI)

Global

Pemberontak Lancarkan 78 Serangan Bom Serentak di Tailan Selatan

SENIN, 24 AGUSTUS 2026 | 15:25 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Sebanyak 78 insiden serangan bom dan pembakaran terkoordinasi mengguncang empat provinsi di Tailan selatan sepanjang akhir pekan. 

Mengutip laporan Reuters, Senin, 24 Agustus 2026, Narathiwat menjadi wilayah dengan jumlah insiden terbanyak, yakni 40 serangan. Sementara itu, 21 insiden terjadi di Yala, 15 di Pattani, dan dua lainnya di Songkhla.

Serangan yang diduga dilakukan kelompok pemberontak tersebut menyasar gedung pemerintah, toko, kendaraan, serta berbagai infrastruktur publik dan utilitas.


Sedikitnya tiga orang terluka dalam rangkaian serangan yang terjadi di Narathiwat, Yala, Pattani, dan Songkhla. Hingga kini, belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Sebagian besar serangan berlangsung pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026 dengan sejumlah aksi tambahan terjadi pada Minggu, 23 Agustus 2026. 

"Sejumlah insiden terkoordinasi yang bertujuan menciptakan kekacauan terjadi di berbagai lokasi di provinsi-provinsi perbatasan selatan," kata Komando Operasi Keamanan Internal (ISOC) militer dan laporan media setempat dalam sebuah pernyataan.

Salah satu serangan menargetkan jalur kereta api di Narathiwat. Ledakan di jalur tersebut menyebabkan layanan kereta api pada bagian rute yang terdampak dihentikan sementara.

Aparat keamanan Tailan kemudian memperketat penjagaan di sejumlah lokasi strategis. Pemerintah juga memberlakukan jam malam di Narathiwat untuk menjaga keamanan masyarakat.

Perdana Menteri Tailan Anutin Charnvirakul meminta aparat keamanan mengambil langkah untuk memastikan keselamatan warga setelah serangkaian serangan tersebut.

Tailan bagian selatan, yang mayoritas penduduknya merupakan Muslim etnis Melayu, telah menghadapi pemberontakan selama puluhan tahun. Kelompok-kelompok separatis di wilayah tersebut memperjuangkan otonomi yang lebih besar hingga kemerdekaan.

Wilayah tersebut secara historis merupakan bagian dari Kesultanan Melayu Patani sebelum integrasinya ke Tailan diformalkan pada 1909.

Sejak gelombang konflik terbaru pecah pada 2004, lebih dari 7.800 orang telah tewas di provinsi-provinsi yang berbatasan dengan Malaysia.

Barisan Revolusi Nasional (BRN) merupakan kelompok separatis utama yang terlibat dalam konflik tersebut.

Rangkaian serangan terbaru terjadi ketika pemerintah Tailan tengah berupaya menghidupkan kembali perundingan damai dengan BRN.

Perundingan yang difasilitasi Malaysia telah berlangsung sejak 2013, tetapi berulang kali mengalami kebuntuan. Bangkok kini berupaya memperluas pembahasan agar tidak hanya berfokus pada pengurangan kekerasan, tetapi juga persoalan politik dan tata kelola di wilayah selatan.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Kabakom Sebut Kebijakan Ekonomi Prabowo Makin Inklusif, Upah Buruh Naik

Jumat, 23 Oktober 2026 | 18:20

B50 jadi Andalan Presiden Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:44

Antusiasme Tinggi, Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Diperpanjang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:26

Masuk PSN, Agrinas Palma Siapkan Model Pengelolaan Sawit Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:20

IHSG Parkir Zona Hijau, Rupiah Nyaris Tembus Rp18.100 per Dolar AS

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:54

Kreativitas Jadi Kunci Koperasi Bertahan dan Berkembang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:41

Menkeu Pastikan Gaji ASN Tak Lewat Kopdes

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:34

Bahlil Dikejar Deadline DIM RUU Migas

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:32

Konser Andrea Bocelli dan Peluang Indonesia Perkuat Diplomasi Budaya

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:23

AsetKu Dukung Literasi Keuangan Bersama AFPI di Jakarta Financial Festival 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:06

Selengkapnya