Berita

Iran ingatkan negara yang mendukung perang ekonomi Amerika Serikat akan dianggap sebagai musuh (Unggahan akun X @@ir_rezaee)

Dunia

Iran Anggap Negara Pendukung Perang Ekonomi AS sebagai Musuh

SENIN, 24 AGUSTUS 2026 | 07:21 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Iran mengancam akan menganggap negara mana pun yang mendukung perang ekonomi Amerika Serikat (AS) sebagai musuh. 

Melalui unggahan di media sosial X, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei bahkan memperingatkan tidak akan membiarkan setetes pun minyak keluar dari kawasan Teluk Persia jika tekanan ekonomi Washington terus berlanjut.

“Jika perang ekonomi terus berlanjut, tidak setetes pun minyak akan diekspor, baik melalui Selat Hormuz maupun dari mana pun di Teluk Persia," tulis Rezaei, dikutip Senin, 24 Agustus 2026.


"Iran akan menganggap partisipasi atau dukungan negara mana pun terhadap perang ekonomi Amerika terhadap rakyat Iran sebagai tindakan perang," lanjutnya.

Dalam sebuah wawancara televisi nasional, Rezaei juga mengatakan Iran telah belajar menghindari sanksi AS selama bertahun-tahun sehingga tetap dapat menjual minyak.

Ia kembali menegaskan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup sampai AS memenuhi komitmennya berdasarkan nota kesepahaman perdamaian Iran-AS yang ditandatangani pada Juni.

Menurut Rezaei, Washington harus mengambil langkah pertama untuk memenuhi kesepakatan tersebut. Posisi Iran, katanya, tidak berubah dan pembukaan kembali Selat Hormuz bergantung pada tindakan AS.

Ancaman tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan Washington akan melancarkan “operasi ekonomi paling menghancurkan yang pernah ada” terhadap Iran. Trump menyebut kebijakan itu sebagai perang ekonomi dan isolasi terhadap Iran dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

PLN Perluas SPKLU Signature Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik

Minggu, 13 September 2026 | 08:21

Pemerintah Didesak Tetapkan Status Darurat Kesehatan Imbas Karhutla

Minggu, 13 September 2026 | 08:01

AntreEV Permudah Antrean SPKLU Lewat PLN Mobile

Minggu, 13 September 2026 | 07:40

Tak Ada Kerusakan Akibat Gempa di Perairan Kepulauan Seribu

Minggu, 13 September 2026 | 07:03

Bisa Pengaruhi Investor, Penegak Hukum Ditantang Adil di Kasus Transfer Pricing

Minggu, 13 September 2026 | 06:51

Inovasi Jebolan Program Pertamuda Pertamina Bantu Nelayan Peroleh Cuan

Minggu, 13 September 2026 | 06:21

Ketika Hukum Terlihat Sedang Mencari Pasal, Bukan Kebenaran

Minggu, 13 September 2026 | 05:47

Nilai Adat Harus Dipegang Teguh dan Diwariskan ke Setiap Generasi

Minggu, 13 September 2026 | 05:16

Budi Daya Lobster Modeling Batam Tembus Pasar Ekspor, Daerah Lain Siap Menyusul

Minggu, 13 September 2026 | 04:43

Strategi Pengusaha Indonesia Hadapi CBAM EU dan IEU-CEPA

Minggu, 13 September 2026 | 04:14

Selengkapnya