Berita

Proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan. (YouTube BNPB)

Nusantara

7.634 Hektare Lahan di Kalteng Terbakar

Sumber Air untuk Pemadaman Karhutla Mulai Mengering

SENIN, 24 AGUSTUS 2026 | 02:36 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Luas lahan yang terbakar di Kalimantan Tengah (Kalteng) telah mencapai 7.634 hektare di tengah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus dilakukan pemerintah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton Pandjaitan mengatakan, hingga pukul 16.00 WIB, terpantau sebanyak 2.479 hotspot dengan tingkat kepercayaan menengah hingga tinggi.

"Luas lahan terbakar sebesar 7.634 hektare dengan jarak pandang di Bandara Tjilik Riwut di atas 9 km," kata Berton saat siaran langsung di kanal YouTube BNPB, Minggu 23 Agustus 2026.


Untuk operasi darat, sebanyak 10.700 personel telah dikerahkan. BNPB juga telah mendukung peralatan satgas di Kalteng dengan 1.123 unit pompa, lima unit motor trail karhutla, 133 set alat pelindung diri (APD), 29 unit tangki water storage, serta sejumlah peralatan pendukung lainnya.

Namun, penanganan di lapangan menghadapi kendala serius karena sejumlah titik api berada jauh dari sumber air.

"Beberapa titip api jauh dari sumber air. Dan sumber air yang digunakan untuk pemadaman mulai mengering," kata Berton.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, tim darat membuat saluran sedot kanal dari Sungai Kahayan sepanjang 1,8 kilometer dengan lebar empat meter dan kedalaman dua meter.

Saluran tersebut digunakan untuk mengalirkan sumber air guna mendukung satgas darat melakukan pemadaman. Petugas juga melakukan penyekatan agar kepala api tidak meluas ke wilayah lainnya.

Untuk operasi udara, disiapkan 10 pesawat yang terdiri atas armada patroli udara dan helikopter waterbombing.

BNPB juga telah melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) pada sejumlah periode sebelumnya sebagai bagian dari upaya mendukung penanganan karhutla di Kalteng.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya