Berita

Proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan. (YouTube BNPB)

Nusantara

273 Hotspot Kepercayaan Tinggi Terdeteksi di Kalbar

Jarak Pandang di Pontianak di Bawah 1 Kilometer Gegara Dikepung Asap

SENIN, 24 AGUSTUS 2026 | 01:04 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Sebanyak 273 titik panas atau hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi terdeteksi di Kalimantan Barat (Kalbar) dalam pemantauan selama 24 jam terakhir.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton Pandjaitan mengatakan, selain 273 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi, satelit juga mendeteksi 2.420 hotspot dengan tingkat kepercayaan menengah dan 81 hotspot dengan tingkat kepercayaan rendah.

"Pemantauan hotspot selama 24 jam berdasarkan satelit NASA, terdeteksi 273 hotspot dengan kepercayaan tinggi dan 2.420 kepercayaan menengah dan 81 hotspot kepercayaan rendah," kata Berton saat siaran langsung di kanal YouTube BNPB, Minggu, 23 Agustus 2026.


Sementara itu, luas indikatif lahan terbakar di Kalbar hingga 19 Agustus 2026 tercatat mencapai 310 hektare.

Kondisi kualitas udara juga menjadi perhatian. Berdasarkan pemantauan BMKG, kualitas udara di sejumlah wilayah umumnya berada pada kategori tidak sehat. 

Jarak pandang bahkan berada di bawah satu kilometer di Kota Pontianak dan sejumlah wilayah yang terdampak kabut asap.

BNPB mengerahkan 10.010 personel untuk operasi darat di Kalbar. Sementara untuk operasi udara, disiapkan armada patroli udara, helikopter waterbombing, serta pelaksanaan OMC.

Berton mengatakan, jumlah hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi mengalami kenaikan dibandingkan hari sebelumnya. Namun, data hotspot tersebut tetap harus dikonfirmasi melalui peninjauan lapangan dan pemantauan patroli udara.

"Data hotspot perlu dikonfirmasi dari hasil peninjauan lapangan dan pemantauan patroli udara, kegiatan operasi udara maupun operasi darat terus dioptimalkan untuk mencegah dan mengantisipasi meluasnya karhutla," kata Berton.

Berdasarkan data dari BMKG, kata Berton, memperkirakan terdapat potensi hujan ringan di sebagian wilayah Kalbar pada 23-29 Agustus 2026. Meski demikian, potensi kemudahan terjadinya karhutla masih perlu diwaspadai pada periode tersebut.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

PLN Perluas SPKLU Signature Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik

Minggu, 13 September 2026 | 08:21

Pemerintah Didesak Tetapkan Status Darurat Kesehatan Imbas Karhutla

Minggu, 13 September 2026 | 08:01

AntreEV Permudah Antrean SPKLU Lewat PLN Mobile

Minggu, 13 September 2026 | 07:40

Tak Ada Kerusakan Akibat Gempa di Perairan Kepulauan Seribu

Minggu, 13 September 2026 | 07:03

Bisa Pengaruhi Investor, Penegak Hukum Ditantang Adil di Kasus Transfer Pricing

Minggu, 13 September 2026 | 06:51

Inovasi Jebolan Program Pertamuda Pertamina Bantu Nelayan Peroleh Cuan

Minggu, 13 September 2026 | 06:21

Ketika Hukum Terlihat Sedang Mencari Pasal, Bukan Kebenaran

Minggu, 13 September 2026 | 05:47

Nilai Adat Harus Dipegang Teguh dan Diwariskan ke Setiap Generasi

Minggu, 13 September 2026 | 05:16

Budi Daya Lobster Modeling Batam Tembus Pasar Ekspor, Daerah Lain Siap Menyusul

Minggu, 13 September 2026 | 04:43

Strategi Pengusaha Indonesia Hadapi CBAM EU dan IEU-CEPA

Minggu, 13 September 2026 | 04:14

Selengkapnya