Berita

Ketua Umum PP Singa Muda Hanura, Abraham membuka Dialog Kebangsaan bertajuk “Refleksi 81 Tahun Proklamasi, Sudahkah Indonesia Merdeka?” di Kantor DPP Partai Hanura, Jakarta Pusat, pada Sabtu 22 Agustus 2026. (Foto: Istimewa)

Politik

Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan

Diskusi Singa Muda Hanura Soroti Mahalnya Biaya Politik

SENIN, 24 AGUSTUS 2026 | 00:44 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Menandai momentum 81 tahun proklamasi, Pimpinan Pusat Singa Muda Hanura menyelenggarakan Dialog Kebangsaan bertajuk “Refleksi 81 Tahun Proklamasi, Sudahkah Indonesia Merdeka?” di Kantor DPP Partai Hanura, Jakarta Pusat, pada Sabtu 22 Agustus 2026.

Ketua Umum PP Singa Muda Hanura, Abraham menjelaskan, inisiatif ini diambil untuk memberikan tempat bagi generasi Z dan milenial dalam memberikan kontribusi pemikiran yang konstruktif bagi perjalanan Indonesia.

“Dialog ini menjadi ruang bagi anak muda untuk menyampaikan gagasan, kritik dan pandangan terhadap perjalanan bangsa,” ujar Abraham saat membuka diskusi.


Diskusi yang dipandu oleh moderator Agustini Nurur Rohmah ini menghadirkan jajaran pimpinan organisasi mahasiswa nasional.

Dalam sesi bedah politik, Ketua Umum DPP GMNI Sujahri Somar menekankan urgensi perbaikan regulasi melalui revisi Undang-Undang Partai Politik, terutama terkait transparansi kaderisasi dan mekanisme internal. 

Ia bersama para peserta lainnya juga menyoroti fenomena mahalnya biaya politik di Indonesia yang kerap menjadi penghalang bagi kaum muda untuk terjun langsung dalam kontestasi nasional.

Senada dengan hal itu, Sekjen EN-LMND Riski Oktari Putra mendorong partai politik agar lebih aktif dalam mendistribusikan gagasan produktif kepada masyarakat luas, sehingga komunikasi politik tidak hanya terjadi secara transaksional menjelang pemilu.

Dari perspektif demokrasi, Ketua Umum PP PMKRI Delvis Rettob mengingatkan pentingnya peran kekuatan politik di luar pemerintahan sebagai penyeimbang. Menurutnya, kepastian aturan mengenai koalisi partai sangat diperlukan agar dinamika politik tetap berpijak pada kepentingan rakyat.

Sementara itu, Koordinator Umum Aliansi PERISAI Lalu M. Rizaldy membawa dialektika diskusi ke ranah kedaulatan ekonomi. Ia mengingatkan para peserta akan ancaman imperialisme gaya baru dan ketergantungan pada skema utang yang berpotensi menggerus kemandirian bangsa.

Menutup rangkaian diskusi, Abraham menegaskan komitmen Singa Muda Hanura untuk terus mendorong inklusivitas partai politik bagi anak muda. Baginya, pemuda harus diposisikan sebagai subjek yang menentukan arah kebijakan, bukan sekadar penonton atau objek politik.

“Semangat kami adalah membuka ruang bagi anak muda untuk berdiskusi dan terlibat dalam pembangunan bangsa. Dari daerah yang berdaya, kita ingin ikut mendorong terwujudnya Indonesia yang sejahtera,” kata Abraham menutup pernyataannya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

8.620 Hektare Lahan Kalsel Terbakar, Pemadaman Terganjal Krisis Air

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:24

BRImo Taiwan Manjakan Diaspora dan PMI Kelola Keuangan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:15

Temuan Bibit Sawit Bongkar Motif Karhutla Bukan Semata karena El Nino

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:52

ISPA dan Rabies Mulai Mengancam Ribuan Pengungsi Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:39

Tolak Demo Berbau Provokasi di DPR, Jaga Jakarta!

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:23

Magang Pengurus KDKMP Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:12

Masa Iddah Politik Calon Ketum PBNU: Bolehkah Perkum Menambah Syarat?

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:06

Menuju Muktamar NU, Nahdliyin Berharap Sejarah 2015 Tak Terulang

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:31

Gebu Minang-Hanura Terbangkan 3,6 Ton Rendang Buat Korban Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:28

Obligasi Sosial Berkelanjutan BRI Raih IDX Channel Anugerah ESG 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya