Berita

Asap membumbung akibat kebakaran hutan dan lahan. (Foto: Dok. BNPB)

Presisi

Temuan Bibit Sawit Bongkar Motif Karhutla Bukan Semata karena El Nino

MINGGU, 23 AGUSTUS 2026 | 21:52 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pengungkapan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) oleh Bareskrim Polri menyingkap fakta kuat terkait motif di balik aksi pembakaran lahan tersebut.

Dari puluhan barang bukti yang disita penyidik, ditemukannya belasan polybag hingga batang bibit sawit menjadi petunjuk kunci kebakaran dipicu secara sengaja demi pembukaan lahan perkebunan sawit.

"Dari barang bukti yang disita penyidik, ini sangat jelas motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan," ujar Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigjen Moh Irhamni saat jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Minggu, 23 Agustus 2026.


Selain barang bukti bibit sawit, ditemukan juga korek api, bahan bakar minyak (BBM), hingga alat perambah hutan. Bukti-bukti ini memperkuat penyebab karhutla bukan dipicu oleh faktor fenomena alam El Nino semata, melainkan tindakan kejahatan yang disengaja.

Irhamni menegaskan Bareskrim Polri terbuka lebar untuk mendalami keterlibatan korporasi pemberi perintah, termasuk perusahaan yang sudah melantai di bursa saham (Tbk).

"Di Tbk itu, sekali lagi, selama itu ada buktinya akan kami kejar korporasi. Kita meminta pertanggungjawaban pidana terhadap siapapun, baik individu ataupun korporasi, berdasarkan alat bukti," tegas Irhamni.

Oengusutan dipastikan tidak akan berhenti pada pekerja lapangan atau eksekutor pembuat titik api saja. 

Guna membuktikan keterlibatan korporasi, Polri tidak hanya mengandalkan keterangan saksi di lapangan yang rentan berubah, melainkan juga menerjunkan pendekatan scientific crime investigation.

"Penyidik akan mendalami bukti petunjuk lain, termasuk menelusuri transaksi keuangan para tersangka untuk mengaitkan keterlibatan pihak-pihak sponsor atau korporasi di balik aksi pembakaran ini," pungkasnya.

Sejauh ini, Polri telah memproses 89 Laporan Polisi (LP) di sembilan Polda, mulai dari Riau, Kalbar, Sumsel, Jambi, Kalteng, Kalsel, Kaltim, Aceh, hingga Kaltara. Hasilnya 72 orang telah ditetapkan sebagai tersangka perorangan.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya