Berita

GP Al Washliyah DKI Jakarta. (Foto: Dok. Pribadi)

Politik

Tolak Demo Berbau Provokasi di DPR, Jaga Jakarta!

MINGGU, 23 AGUSTUS 2026 | 21:23 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Seluruh elemen masyarakat diminta tetap merawat kedamaian dan menolak segala bentuk demonstrasi berbau provokasi yang berpotensi memecah belah bangsa.

Seruan ini disampaikan Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Al Washliyah DKI Jakarta menanggapi rencana aksi unjuk rasa sejumlah aliansi massa di Gedung DPR RI pada 27 Agustus 2026 mendatang.

"Kami menolak tegas rencana aksi unjuk rasa yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Aliansi Rakyat Indonesia Bersatu (ARIB), serta Aliansi Rakyat Peduli Indonesia (ARPI) di Gedung DPR 27 Agustus 2026 apabila membawa narasi provokasi, mengadu domba, apalagi mencoba merusak fasilitas umum di Jakarta," tegas Ketua PW GP Al Washliyah DKI Jakarta, Dedi Siregar, Minggu, 23 Agustus 2026.


Meski kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum dijamin oleh undang-undang, hal itu tidak boleh dijadikan alat untuk memicu kekacauan atau mengklaim suara seluruh rakyat Indonesia demi kepentingan kelompok tertentu.

"Perbedaan pandangan tidak boleh memecah sesama anak bangsa. Jakarta adalah rumah bersama yang harus kita jaga kedamaiannya," tambah Dedi.

Selain menolak berbagai bentuk provokasi mengatasnamakan rakyat, PW GP Al Washliyah DKI Jakarta juga menegaskan AMPB, ARIB, serta ARPI tidak memiliki legitimasi untuk mengklaim mewakili seluruh rakyat Indonesia.

PW GP Al Washliyah DKI Jakarta mengimbau agar penyampaian aspirasi dilakukan secara damai tanpa memicu tindakan anarkis atau merusak ketertiban Jakarta. Ia juga mendorong ruang dialog yang konstruktif dan menolak menjadikan Jakarta sebagai arena konflik kepentingan politik kelompok.

Selain itu, masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi isu hoaks atau informasi tak terverifikasi, serta mengedepankan mekanisme konstitusional. Terakhir, PW GP Al Washliyah DKI Jakarta menyerukan gerakan tolak aksi konfrontatif, jaga persatuan, dan jaga kedamaian Jakarta.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya