Berita

Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop Destry Anna Sari. (Foto: Kemenkop)

Bisnis

Magang Pengurus KDKMP Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

MINGGU, 23 AGUSTUS 2026 | 21:12 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kementerian Koperasi (Kemenkop) memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) para pengurus Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP), dengan menggelar kegiatan magang dengan mereplikasi model bisnis koperasi berbasis potensi lokal. 

Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop Destry Anna Sari mengatakan, Kemenkop memikul tanggung jawab untuk memfasilitasi pendampingan, edukasi, dan pelatihan. pengurus dan pengelola KDKMP dibina agar memiliki rasa kepemilikan yang kuat atas koperasi sebagai milik bersama. 

“Loyalitas tumbuh dari pemahaman bahwa keberhasilan koperasi adalah keberhasilan seluruh anggota,” kata Destry saat membuka Pelaksanaan Magang Bagi Pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Sektor Pertanian di Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Al-Ittifaq di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu, 23 Agustus 2026.


Destry menyampaikan, KDKMP perlu melahirkan sumber daya manusia yang berpandangan jauh ke depan, mampu berpikir strategis. Tidak hanya mengejar keuntungan sesaat, melainkan juga menjaga keberlanjutan pangan dan ekonomi desa di masa datang. 

“Selain itu, pengurus wajib mengenali potensi lokal dan mengubahnya menjadi usaha yang relevan, seperti pengolahan hasil pertanian, pemasaran secara digital, hingga menjalin kemitraan strategis,” ucapnya.

Destry menjelaskan, program magang menjadi salah satu langkah strategis mempercepat operasionalisasi KDKMP yang telah terbentuk. Kegiatan ini dirancang sebagai wahana pembelajaran langsung di dua lokasi koperasi modern dan berbasis korporasi yang ditunjuk Kemenkop.

“Di sektor pertanian, Kopontren Al-Ittifaq, Bandung. Dan sektor usaha dilaksanakan di Kopontren Sunan Drajat, Lamongan,” rincinya.

Khusus di Al-Ittifaq, peserta dapat mempelajari secara nyata pertanian terpadu yang menggabungkan produksi, manajemen, dan pemasaran secara profesional. Sistem agribisnisnya telah terhubung dengan pasar modern, sehingga peserta dapat memahami rantai nilai lengkap dari hulu hingga hilir. 

Al-ittifaq juga menerapkan pendekatan pemberdayaan masyarakat dan santri, sehingga pengalaman yang diperoleh tidak sekadar teknis, melainkan juga sosial dan manajerial. 

“Magang di sini membantu pengurus mengembangkan kompetensi utama. Yaitu budidaya pertanian, kewirausahaan, manajemen hasil panen, serta kedisiplinan dan kemandirian,” ujarnya.

Hal serupa juga dilakukan di Kopontren Sunan Drajat, dalam hal ini berfokus pada pemberdayaan santri dan masyarakat melalui transformasi digital pengembangan UMKM (Santripreneur), dan sistem koperasi berbasis desa. 

Inisiatif ini mencakup bisnis ritel seperti produk makanan dan minuman serta penggunaan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan menjangkau pasar yang lebih luas. Kopontren Sunan Drajat memiliki beragam sektor usaha yang dikelola secara profesional, mulai dari sektor perdagangan, perhotelan, restoran, manufaktur dan produksi, pangan, jasa keuangan dan pembiayaan syariah, hingga sektor pertanian dan hortikultura. 

“Kegiatan magang diharapkan lebih dari sekadar mempelajari hal-hal yang sudah ada. Peserta tidak hanya menumbuhkan semangat berusaha, tetapi juga memahami model bisnis dan cara membangun usaha yang berkelanjutan untuk direplikasi di desanya masing-masing,” harapnya.

Dalam rangka peningkatan kompetensi pengurus dan pengembangan usaha, Kemenkop juga akan menyelenggarakan kegiatan Magang Bagi Pengurus KDKMP Sektor Serba Usaha dan Sektor Pertanian, yang akan diselenggarakan selama 8 hari pada tanggal 23-30 Agustus 2026 dengan jumlah peserta sebanyak 90 pengurus KDKMP, dengan rincian 54 pengurus magang sektor serba usaha serta 36 pengurus magang sektor pertanian. 

Di kesempatan yang sama, Tenaga Ahli Utama, Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP) Guruh Muamar Khadafi mengapresiasi Kemenkop, Koperasi Pondok Pesantren Al-Ittifaq, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta seluruh pihak penyelenggara. 

“Kami berharap, hasil magang menjadi bekal agar KDKMP di desa-desa tumbuh sehat, produktif, profesional, dan bermanfaat nyata bagi masyarakat,” ucapnya.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jabar Yuke Mauliani Septina menuturkan, peningkatan kapasitas SDM dan penguatan model bisnis menjadi tahap paling penting dalam memperkuat program KDKMP.

“Pengurus koperasi tidak boleh hanya memahami aspek kelembagaan dan administrasi. Lebih dari itu, pengurus harus mampu membaca potensi ekonomi wilayah, membangun usaha sesuai kebutuhan masyarakat, mengelola rantai pasok, menjaga kualitas produk, serta membuka dan mempertahankan akses pasar,” ujarnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya