Berita

Ilustrasi

Politik

Menuju Muktamar NU, Nahdliyin Berharap Sejarah 2015 Tak Terulang

MINGGU, 23 AGUSTUS 2026 | 20:31 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Persiapan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, mulai terasa di tengah aktivitas warga. 

Kedatangan ribuan nahdliyin dari berbagai daerah dinilai berpotensi menggerakkan ekonomi masyarakat. Sejumlah warga melihat muktamar sebagai peluang ekonomi melalui penyewaan rumah, perdagangan, hingga jasa selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Namun, antusiasme itu berjalan beriringan dengan ingatan terhadap dinamika Muktamar ke-33 NU yang juga berlangsung di Jombang pada 1-5 Agustus 2015.


Salah seorang warga sekaligus kader NU, Supriyanto (48), masih mengingat ketegangan dalam forum tersebut. Perdebatan mengenai tata tertib, khususnya penerapan sistem Ahlul Halli Qal Aqdi (AHWA) dalam pemilihan Rais Aam, membuat persidangan berjalan alot.

Situasi bahkan sempat berujung pada skorsing sidang setelah terjadi serangkaian interupsi. Ketegangan meningkat hingga terjadi aksi saling dorong dan pengusiran peserta dari arena persidangan.

Pengalaman itu membuat Yanto berharap Muktamar ke-35 tidak mengulang persoalan serupa.

“Saya khawatir deadlock dan molor seperti 2015,” kata Yanto dikutip Minggu 22 Agustus 2026.

Kekhawatiran tersebut muncul karena Yanto tinggal di Tambakrejo, kawasan yang berada tidak jauh dari lokasi muktamar. 

Menurut dia, pelaksanaan forum terbesar NU itu akan ikut memengaruhi suasana masyarakat sekitar, bukan hanya peserta yang berada di ruang persidangan.

Warga, kata dia, tentu ingin memberikan sambutan terbaik kepada para muktamirin. Namun, mereka juga berharap agenda organisasi tersebut berlangsung aman, tertib, dan sesuai dengan jadwal.

“Muktamar seharusnya menjadi ruang untuk mempertemukan pikiran dan mencari jalan keluar, bukan mempertontonkan pertentangan yang berlarut-larut,” ujarnya.

Kekhawatiran warga juga tidak terlepas dari isu yang mulai mengiringi persiapan Muktamar ke-35. Dugaan manipulasi politik dan politik uang menjadi pembicaraan di kalangan nahdliyin.

Meski warga tidak terlibat langsung dalam penyusunan tata tertib maupun pengambilan keputusan di arena muktamar, isu tersebut tetap menjadi perhatian. 

Sebab, proses suksesi akan menentukan bukan hanya siapa yang memimpin NU, tetapi juga seberapa kuat legitimasi kepemimpinan yang dihasilkan.

Hal serupa disampaikan Anis (39), yang pernah terlibat sebagai bagian dari panitia teknis Muktamar ke-33 NU. Pengalaman menangani kegiatan tersebut membuatnya memahami bagaimana dinamika persidangan dapat berdampak terhadap keseluruhan rangkaian acara.

Ketika sidang berlangsung alot, berbagai agenda teknis harus menyesuaikan perkembangan di arena persidangan. Peserta tetap harus dilayani, sementara panitia menghadapi situasi yang berubah seiring belum tercapainya kesepakatan.

Kini, ketika Jombang kembali menjadi tuan rumah, Anis berharap pengalaman tersebut menjadi bahan evaluasi.

Ia menilai kelancaran suksesi merupakan bagian penting dari keberhasilan muktamar. Proses pergantian kepemimpinan, menurutnya, tidak cukup hanya menghasilkan sosok yang terpilih, tetapi harus dilakukan melalui mekanisme yang dapat diterima warga NU.

“Pemimpin yang lahir dari muktamar harus memiliki legitimasi yang dapat diterima secara lahir maupun batin oleh warga NU,” demikian Anis.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya