Berita

(Foto: Dok. BRI)

Bisnis

Obligasi Sosial Berkelanjutan BRI Raih IDX Channel Anugerah ESG 2026

MINGGU, 23 AGUSTUS 2026 | 20:16 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) berhasil meraih penghargaan Anugerah Utama pada ajang IDX Channel Anugerah ESG 2026 atas Inisiatif Penerbitan Social Bond 2025: Mendorong Keuangan Inklusif Berkelanjutan. 

Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas komitmen BRI dalam memperkuat implementasi keuangan berkelanjutan melalui penerbitan Social Bond sebagai instrumen pendanaan yang mendukung pembiayaan inklusif dan berkelanjutan.

Ajang IDX Channel Anugerah ESG 2026 diselenggarakan di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, pada Rabu (29/7). Mengusung tema Beyond Compliance: Leveraging ESG to Create Long-Term Corporate Value, ajang ini memberikan apresiasi kepada perusahaan dan tokoh inspiratif yang dinilai konsisten dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). 


Tahun ini, penghargaan diberikan kepada 30 perusahaan dari 11 sektor usaha berdasarkan lima aspek penilaian, yakni strategy and policy, leadership commitment, ESG performance, stakeholder participation, serta ESG reporting.

Sejalan dengan semangat tersebut, penerbitan Social Bond BRI mencerminkan penerapan prinsip ESG yang diwujudkan melalui inovasi pendanaan berkelanjutan. 

Melalui instrumen ini, BRI menghimpun dana dari pasar modal yang selanjutnya dialokasikan secara khusus untuk mendanai maupun membiayai kembali (financing and refinancing) berbagai proyek sosial yang memenuhi kriteria dalam kerangka Social Finance Framework BRI.

Kerangka ini mengacu pada Social Bond Principles dari ICMA, Social Loan Principles, serta POJK Nomor 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik, POJK Nomor 18 Tahun 2023 tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang dan Sukuk Berlandaskan Keberlanjutan, dan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI). 

Kerangka tersebut memastikan dana obligasi dialokasikan secara terukur untuk pembiayaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat prasejahtera, kelompok yang belum memperoleh akses memadai terhadap layanan esensial, perempuan, dan kelompok rentan lainnya.

Social Bond BRI memperoleh peringkat idAAA (Triple A) dari PEFINDO dan mencatat permintaan investor sebesar 1,31 kali dari target penerbitan. Pada 2026, BRI kembali menerbitkan Social Bond senilai Rp5 triliun. 

Dalam laporan dampak Social Bond tahun 2025, BRI mencatat bahwa pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro telah memberikan akses pinjaman perbankan pertama kepada 44.694 nasabah dan meningkatkan akses usaha pada 23.422 nasabah. 

Sementara itu, pembiayaan mikro melalui KUPEDES turut berkontribusi terhadap penciptaan 59.091 lapangan kerja pada segmen UMKM. Capaian ini turut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 1 Tanpa Kemiskinan, SDG 2 Tanpa Kelaparan, dan SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.

Direktur Legal and Compliance BRI Mahdi Yusuf menyampaikan bahwa penerbitan Social Bond secara berkelanjutan menunjukkan komitmen BRI dalam memperkuat pendanaan yang berorientasi pada dampak sosial.

“Melalui Social Bond, BRI memperluas akses layanan keuangan, memperkuat usaha masyarakat, dan mendukung penciptaan lapangan kerja. Penghargaan ini semakin menguatkan komitmen kami untuk memastikan setiap instrumen pendanaan berkelanjutan dapat menghasilkan manfaat yang nyata, terukur, dan tepat sasaran,” ungkap Mahdi.

CEO IDX Channel Syafril Nasution mengatakan bahwa ajang penghargaan ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi bagi perusahaan yang konsisten menerapkan prinsip keberlanjutan, tetapi juga diharapkan dapat mendorong semakin banyak korporasi memperkuat komitmen terhadap ESG.

"Kami berharap penghargaan ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga menjadi pemicu bagi semakin banyak perusahaan untuk memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan, transparansi, tata kelola, dan inovasi," demikian Syafril.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya