Berita

Kepala BNPT, Eddy Hartono. (Foto: Istimewa)

Politik

BNPT dan LPSK Hadir Dampingi Penyintas Terorisme untuk Bangkit

MINGGU, 23 AGUSTUS 2026 | 19:36 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pemulihan dari trauma akibat aksi terorisme tidak selalu selesai ketika luka fisik telah sembuh. Bagi para penyintas, pengalaman tersebut dapat meninggalkan jejak psikologis yang membutuhkan waktu panjang, pendampingan, dan dukungan untuk kembali menjalani kehidupan.

Pesan itu disampaikan Kepala BNPT,  Eddy Hartono dalam Talkshow bertajuk "Dari Luka Menjadi Kekuatan: Negara Hadir, Penyintas Bangkit" yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) di The Tribrata, Jakarta.

Eddy Hartono dalam kesempatan itu menegaskan komitmen negara dalam memberikan perlindungan dan pemenuhan hak-hak para korban terorisme secara menyeluruh.


"Negara hadir merawat ruang kebersamaan, upaya pelindungan dan pemenuhan hak korban difokuskan pada pemberian bantuan medis, rehabilitasi psikologis dan psikososial, santunan bagi keluarga serta kompensasi," kata Eddy Hartono dikutip Minggu 23 Agustus 2026.

Eddy juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor guna memastikan proses pemulihan para penyintas dapat berjalan secara maksimal dan berkesinambungan.

"Kolaborasi kita dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah dan organisasi masyarakat sipil untuk mengoptimalkan pemulihan penyintas," tambahnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Ketua LPSK Susilaningtyas, menekankan pentingnya pendampingan jangka panjang bagi para penyintas. 

Menurutnya, pemulihan trauma merupakan proses berkesinambungan yang memerlukan perhatian lintas sektor.

"Peristiwanya terjadi sekali, tetapi trauma dan proses pemulihan itu berlangsung seumur hidup. Kompensasi memang diberikan sekali, namun kami terus mendukung pemulihan medis, psikologis, hingga psikososial," tuturnya.

"Dalam beberapa kasus, meskipun korban telah menerima dukungan psikologis, pemicu (trigger) tertentu masih dapat membangkitkan kembali memori trauma tersebut," sambungnya.

Kisah ketabahan dan titik balik pemulihan dibagikan oleh Tony Soemarno penyintas Tindak Pidana Terorisme Bom Hotel J.W. Marriot Tahun 2003 yang juga merupakan penulis buku berjudul "The Power of Forgiveness". 

Toni menceritakan bagaimana ia berhasil mengolah luka menjadi kekuatan untuk bangkit hingga aktif dalam upaya pencerahan dan rekonsiliasi.

"Awalnya sangat sulit untuk bangkit. Namun, saya sampai pada satu titik di mana saya berpikir bahwa pelaku teror pun manusia yang bisa berbuat salah. Saya memilih untuk saling memaafkan dan tidak ingin menyimpan dendam, karena hati yang damai adalah apa yang Tuhan kehendaki," tutur Tony.

Titik balik tersebut mendorong dirinya untuk aktif mendatangi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan bertemu langsung dengan narapidana terorisme (napiter). Pengalaman tersebut kemudian dibukukan dengan pendampingan penuh dari BNPT. 

Pesan pengampunan senada disampaikan oleh Mariane Ka'awoan penyintas bom Pasar Tentena Poso Tahun 2005 yang menekankan pentingnya memutus rantai kebencian demi kedamaian batin dan masa depan. 

"Kalau saya tidak memaafkan, saya tidak akan memiliki kedamaian dan sukacita. Kebencian tidak pernah mewariskan kedamaian," demikian Mariane.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya