Berita

Presiden Iran Masoud Pezeshkian (Foto: X)

Global

Pezeshkian Akui Kini Iran Berada dalam Perang Skala Penuh

MINGGU, 23 AGUSTUS 2026 | 15:54 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan negaranya kini berada dalam kondisi perang skala penuh yang mencakup sektor ekonomi, militer dan keamanan.

“Kita berada dalam perang ekonomi, militer dan keamanan skala penuh,” kata Pezeshkian dalam pidato yang disiarkan televisi dan dikutip kantor berita pemerintah Iran, IRNA, Minggu, 23 Agustus 2026.

Pezeshkian mengakui pemerintah Iran merasa malu karena tengah menghadapi masalah ekonomi. 


Namun, pemerintah disebut terus berupaya mengatasi kesulitan tersebut dan memberikan pelayanan kepada masyarakat di tengah apa yang disebutnya sebagai perang tidak seimbang.

“Trump dengan mudah mengatakan bahwa mereka akan menjatuhkan sanksi yang paling berat atau paling mengerikan terhadap Iran," ujar Pezeshkian, merujuk pada ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menjatuhkan sanksi berat terhadap Iran. 

Dia menegaskan Tehran tetap berdiri teguh dan terus berupaya melayani rakyat Iran.

Menurut Pezeshkian, musuh memperkirakan Iran akan mengalami keruntuhan jika mendapat tekanan besar. Namun, prediksi tersebut tidak terbukti karena Iran justru mampu menunjukkan ketahanan dan persatuan.

“Musuh telah memperkirakan bahwa jika Iran jatuh, negara itu akan menjadi seperti Venezuela. Bukan hanya hal itu tidak terjadi, tetapi Iran malah menjadi kekuatan yang membuat dunia takjub dengan daya tahan, solidaritas, dan kekompakannya.” tegasnya.

Iran dan AS sebelumnya menandatangani nota kesepahaman pada Juni melalui mediasi Pakistan dan Qatar untuk mengakhiri permusuhan yang dimulai pada Februari. 

Namun, perundingan lanjutan menuju kesepakatan final kini terhenti akibat perselisihan terkait implementasi nota tersebut serta pengaturan navigasi di Selat Hormuz, jalur penting bagi ekspor minyak dan gas dunia.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya