Berita

Pelayanan Pertamina kepada warga di NTT. (Foto: Humas Pertamina)

Nusantara

Pertamina Tetap Layani Warga NTT Demi Kebutuhan Energi Terjaga

MINGGU, 23 AGUSTUS 2026 | 06:18 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

  Pagi itu, Valentinus Jantur (39) tengah bersiap berangkat kerja ketika gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Manggarai, Sabtu, 15 Agustus 2026 sekitar pukul 05.46 WITA. Guncangan yang kuat membuatnya spontan menggendong sang anak dan berlari keluar rumah bersama keluarganya.
 
“Kami langsung keluar rumah, tidak pakai lama. Besar sekali guncangannya. Kami langsung menggendong anak, lari keluar rumah,” kenang Valentinus di kediamannya di Kampung Mando, Kelurahan Compang Carep, Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Sabtu, 22 Agustus 2026.
 
Hari itu, Valentinus tidak berangkat bekerja. Keselamatan keluarga menjadi prioritasnya. Bersama keluarganya dan lima keluarga lain, ia kemudian tinggal sementara di tenda sederhana yang didirikan di depan rumah. Anak-anaknya pun belum kembali bersekolah.
 

 
Trauma akibat gempa masih terasa. Bahkan untuk kembali beraktivitas di dalam rumah, Valentinus dan keluarganya masih diliputi rasa khawatir.
 
“Gempa sekarang ini yang terbesar, yang paling parah. Kami masih takut, mau ke kamar mandi saja takut, masih trauma,” ujarnya.
 
Namun, sehari setelah gempa, Valentinus kembali mengenakan seragamnya. Ia kembali bertugas sebagai operator SPBU Mbaumuku 54.865.01, Ruteng, melayani masyarakat yang juga tengah berupaya bangkit dari dampak bencana.
 
Di tengah kondisi keluarganya sendiri yang belum sepenuhnya pulih, Valentinus menyadari kebutuhan energi masyarakat tidak berhenti. BBM tetap dibutuhkan untuk mendukung mobilitas dan berbagai aktivitas masyarakat pascagempa.
 
“Sudah kewajiban melayani masyarakat. Tugas kami memang harus seperti itu, untuk melayani masyarakat terdampak,” katanya.
 
Tetap Melayani di Tengah Pemulihan
 
Keputusan Valentinus untuk kembali bekerja mendapat dukungan keluarganya. Baginya, menjalankan tugas di SPBU dan menjaga keluarganya merupakan dua tanggung jawab yang sama-sama harus dijalankan.
 
“Keluarga mendukung. Harus melayani walaupun dalam keadaan begini. Ada tanggung jawab untuk keluarga dan anak,” tuturnya.
 
Dukungan Pertamina kepada para operator SPBU terdampak gempa turut membantu mereka melewati masa pemulihan. Valentinus mengatakan perhatian tersebut menjadi penyemangat baginya untuk terus menjalankan tugas.
 
“Kami juga mendapat bantuan dari Pertamina. Kami berterima kasih atas bantuan yang diberikan sehingga kami sebagai operator tetap bisa melayani dan bertugas,” ucapnya.
 
Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita mengatakan, para operator SPBU memiliki peran penting sebagai garda terdepan pelayanan energi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Di tengah bencana, mereka tidak hanya menghadapi tanggung jawab pekerjaan, tetapi juga berjuang memulihkan kondisi keluarga masing-masing.
 
“Kami turut prihatin atas kondisi yang dialami teman-teman operator dan keluarganya. Pertamina hadir memberikan bantuan, dukungan, dan semangat agar mereka dapat melewati masa pemulihan, sekaligus tetap menjalankan perannya dalam menjaga layanan energi bagi masyarakat,” ujar Arya.
 
Menurut Arya, dedikasi para operator seperti Valentinus menjadi bagian penting dari upaya Pertamina menjaga kelancaran layanan energi di wilayah terdampak. Di balik operasional SPBU yang tetap berjalan, terdapat para pekerja yang juga tengah menghadapi dampak bencana bersama keluarganya.
 
Bagi Valentinus, tugas itu kini dijalani dari satu hari ke hari berikutnya. Setelah memastikan keluarganya berada di tempat yang lebih aman, ia kembali berdiri di SPBU, melayani masyarakat yang sama-sama sedang berusaha pulih.
 


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

PLN Perluas SPKLU Signature Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik

Minggu, 13 September 2026 | 08:21

Pemerintah Didesak Tetapkan Status Darurat Kesehatan Imbas Karhutla

Minggu, 13 September 2026 | 08:01

AntreEV Permudah Antrean SPKLU Lewat PLN Mobile

Minggu, 13 September 2026 | 07:40

Tak Ada Kerusakan Akibat Gempa di Perairan Kepulauan Seribu

Minggu, 13 September 2026 | 07:03

Bisa Pengaruhi Investor, Penegak Hukum Ditantang Adil di Kasus Transfer Pricing

Minggu, 13 September 2026 | 06:51

Inovasi Jebolan Program Pertamuda Pertamina Bantu Nelayan Peroleh Cuan

Minggu, 13 September 2026 | 06:21

Ketika Hukum Terlihat Sedang Mencari Pasal, Bukan Kebenaran

Minggu, 13 September 2026 | 05:47

Nilai Adat Harus Dipegang Teguh dan Diwariskan ke Setiap Generasi

Minggu, 13 September 2026 | 05:16

Budi Daya Lobster Modeling Batam Tembus Pasar Ekspor, Daerah Lain Siap Menyusul

Minggu, 13 September 2026 | 04:43

Strategi Pengusaha Indonesia Hadapi CBAM EU dan IEU-CEPA

Minggu, 13 September 2026 | 04:14

Selengkapnya