Berita

Ilustrasi. (dok BPBD Kabupaten Klaten)

Politik

APBN Jangan Dipakai Bereskan Karhutla akibat Pemegang Izin

JUMAT, 21 AGUSTUS 2026 | 12:44 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemerintah diminta menyusun rencana mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang lebih jelas dan terukur. Langkah mitigasi diperlukan agar penanganan karhutla tidak hanya dilakukan ketika kebakaran sudah terjadi.

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS dari daerah pemilihan NTB I, Johan Rosihan, menilai kejadian karhutla yang terus berulang perlu direspons dengan strategi mitigasi yang dapat menjadi acuan bersama sekaligus dasar pengawasan DPR.

Johan juga mempertanyakan efektivitas berbagai kegiatan yang telah dilakukan pemerintah dalam penanganan karhutla. Ia mencatat terdapat berbagai program seperti surat edaran, rapat koordinasi, apel, posko hingga war room.


“Namun tidak satu pun disertai indikator outcome yang membuktikan efektivitasnya,” katanya, dikutip Jumat, 21 Agustus 2026.

Johan meminta pemerintah menjelaskan dasar penentuan daerah yang menjadi prioritas dalam penanganan karhutla. Ia menyoroti NTB yang disebut berada di posisi keempat berdasarkan luas karhutla, tetapi tidak masuk dalam sejumlah kegiatan utama seperti posko siaga darurat, operasi pemadaman satgas darat, distribusi sarana dan prasarana, maupun operasi modifikasi cuaca.

“NTB tidak masuk walaupun luas lahannya cukup besar. Apa dasar pemerintah dan kementerian untuk menentukan daerah-daerah dalam kegiatan utama ini?” ujar Johan.

Menurut Johan, pemerintah juga perlu memperjelas pembagian luasan karhutla berdasarkan status kawasan, termasuk kawasan konservasi maupun kawasan yang berada dalam wilayah pemegang izin. 

Hal ini penting untuk memastikan pihak yang memiliki tanggung jawab atas kawasan tersebut turut bertanggung jawab terhadap penanganan dan pencegahannya.

“Jangan sampai APBN kita keluar pada kawasan-kawasan yang terbakar di kawasan pemegang izin. Jangan sampai mereka membakar hutan kita, kita keluarkan uang untuk menyelesaikan apa yang mereka kerjakan,” tegasnya.

Johan turut menyampaikan kebutuhan Taman Nasional Tambora di NTB terhadap perangkat deteksi dini, khususnya drone thermal. Menurutnya, teknologi tersebut dapat membantu mendeteksi potensi kebakaran lebih awal sekaligus mendukung upaya pencegahan.

Ia berharap pemerintah dapat menyusun kebijakan penanganan karhutla dengan mengutamakan pencegahan dan mengalokasikan anggaran berdasarkan tingkat risiko di masing-masing wilayah.

“Dengan prinsip alokasi seharusnya mengikuti konsentrasi risiko,” pungkas Johan.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya