Berita

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (tengah) di Pelabuhan PT Lingga Perdana, Kota Cilegon, Banten, Kamis malam, 20 Agustus 2026. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Kapal RS Apung Malahayati Bakal Jalankan Misi ke NTT Sesuai Arahan Megawati

JUMAT, 21 AGUSTUS 2026 | 00:35 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kapal Rumah Sakit (RS) Apung Laksamana Malahayati milik PDIP membawa sejumlah obat-obatan dan kebutuhan khusus bagi kelompok rentan dalam misi kemanusiaan ke wilayah terdampak gempa Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, bantuan tersebut secara khusus menyasar kebutuhan ibu-ibu, perempuan hamil, serta anak-anak balita yang kerap luput dalam penanganan bencana.

"Ada beberapa bahan-bahan obat-obatan, dan sesuai dengan kebutuhan terutama untuk kebutuhan ibu-ibu dan anak-anak balita," kata Hasto usai melepas keberangkatan Kapal Rumah Sakit (RS) Apung Laksamana Malahayati di Pelabuhan PT Lingga Perdana, Kota Cilegon, Banten, Kamis malam, 20 Agustus 2026.


Menurut Hasto, perhatian terhadap kelompok rentan tersebut merupakan bagian dari arahan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam penanganan bencana. Ia mengatakan, dalam situasi bencana, kebutuhan perempuan dan anak-anak sering kali tidak menjadi prioritas utama sehingga diperlukan perhatian khusus.

"Karena di dalam mitigasi bencana, daftar yang dibuat oleh Ibu Megawati Soekarnoputri seringkali bantuan terhadap ibu-ibu, perempuan hamil, anak-anak balita, dan kebutuhan khusus perempuan ini seringkali terlewatkan,” ujarnya.

Atas dasar itu, Hasto menegaskan keberangkatan Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke NTT merupakan bagian dari upaya melengkapi bantuan kemanusiaan yang sebelumnya telah dikirim PDIP ke wilayah terdampak.

"Karena itulah ini melengkapi bantuan-bantuan yang sudah dikirim oleh PDI Perjuangan, seperti Pak Andreas Pareira misalnya, tadi juga mengirimkan tenda-tenda yang diperlukan untuk para pengungsi,” demikian Hasto.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Dilema Kelas Menengah dan Bawah di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:31

Lewat Surat Terbuka, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:20

Prabowo Berbelasungkawa atas Wafatnya Jenderal TNI Purn Subagyo

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:17

Harga Emas Antam Ambruk, Termurah Dijual Rp1,33 Juta

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:13

Sempat Dirumorkan Meninggal, Kim Jong-un Muncul di Pameran Mode Korut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:03

Muslim Arbi Apresiasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Swasembada Beras Jadi Prestasi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:59

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Rupiah Bergerak ke Rp18.023 per Dolar AS

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:49

Komisi II DPR Desak HGU Perusahaan Pembakar Hutan Dicabut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:44

BEI Pastikan Saham HSC Tetap Diperdagangkan, Hanya Dicoret dari Hitungan IHSG

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:40

IHSG Dibuka Merah, Dua Menit Perdagangan Langsung Lompat 1,8 Persen

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:22

Selengkapnya