Berita

Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Analisis Akar Permasalahan Pemungutan Suara Ulang pada Pemilu dan Pemilihan Tahun 2024. (Foto: RMOL)

Politik

Bawaslu Gandeng Pakar Bedah Akar Masalah Pemilu dan Pilkada 2024

KAMIS, 20 AGUSTUS 2026 | 20:51 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI) mulai menyisir secara mendalam akar penyebab maraknya Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada gelaran Pemilu dan Pilkada 2024. Evaluasi komprehensif ini digulirkan demi mencegah potensi kelemahan serupa terulang pada agenda demokrasi mendatang.

Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui pengumpulan para pakar dan pengamat pemilu dalam agenda Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Analisis Akar Permasalahan Pemungutan Suara Ulang pada Pemilu dan Pemilihan Tahun 2024 di Merlyn Park Hotel, Jakarta Pusat, Kamis, 20 Agustus 2026.

Anggota Bawaslu RI, Herwyn JH Malonda membeberkan, pemicu utama munculnya PSU tidak semata-mata bertumpu pada persoalan teknis di hari pemungutan dan penghitungan suara (pungut hitung). Celah kerawanan justru sering kali terbentuk jauh sebelum tahapan pencoblosan dimulai.


"Akar masalah PSU tidak hanya terkait ketidakprofesionalan, ketidaknetralan, atau persoalan integritas jajaran penyelenggara pada saat pungut hitung. Bisa saja akar masalahnya sudah muncul jauh hari sebelum tahapan pemungutan suara berlangsung," tegas Herwyn.

Herwyn menyoroti potensi pelanggaran fatal yang kerap luput dari perhatian sejak masa pencalonan hingga tahapan kampanye. Praktik culas seperti politik uang, menurutnya, menjadi salah satu peledak yang sangat memengaruhi legitimasi proses hingga hasil akhir pemungutan suara.

Oleh karena itu, Bawaslu berkomitmen memetakan seluruh indeks kerawanan dan menyusun rekomendasi konkret bagi perbaikan sistem Pengawas Pemilu (Panwas) hingga tingkat ad hoc menuju Pemilu 2029.

Forum diskusi tersebut menghadirkan jajaran pakar lintas sektor. Di antaranya mantan Anggota KPU RI Endang Sulastri, Sekjen Koalisi Perempuan Indonesia Mike Verawati, Koordinator Komite Pemilih Indonesia (Tepi) Jeirry Sumampow, serta Ketua Umum Koalisi Pewarta Pemilu dan Demokrasi (KPP DEM) yang juga Jurnalis Kantor Berita Politik RMOL, Achmad Satryo Yudhantoko.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Peluang Emas Kuliah Gratis Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 Resmi Dibuka

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Di Posko Pengungsian, Gibran Pastikan Kebutuhan Anak-Anak Terpenuhi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Prioritaskan Guru PPPK Wilayah 3T Jadi PNS

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:19

Utang AS Terus Membengkak, Tekanan Fiskal Makin Besar

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:16

Jangan Sampai Utang Gerogoti Ruang Fiskal

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:07

Purbaya Siapkan Rp31 Triliun untuk Pengalihan PPPK ke Pusat

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:05

Emas “di Bawah Bantal” Warga RI Capai 1.800 Ton, Nilainya Diprediksi Tembus Rp4.400 Triliun

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:01

Tak Benar Febrie Minta Emas 74 Kg hingga Uang Dikembalikan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:45

Pemerintah Raup Rp34 Triliun dari Lelang SUN

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Iran Siapkan Serangan Balasan hingga Eropa Jika AS Perluas Perang

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Selengkapnya