Berita

Representative Image (Foto: AI)

Dunia

Ekspor Minyak Iran Berhenti Total akibat Perang dan Sanksi AS

KAMIS, 20 AGUSTUS 2026 | 17:50 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

RMOL. Ekspor minyak Iran terhenti total di tengah berkecamuknya perang dan tekanan sanksi Amerika Serikat (AS). 

Kondisi tersebut membuat Teheran harus menghadapi tekanan serius terhadap sumber utama penerimaan devisanya.

Gubernur Bank Sentral Iran Abdolnaser Hemmati mengakui kondisi tersebut dalam wawancara televisi, dikutip Kamis, 20 Agustus 2026. 


Menurutnya, pembatasan ekspor minyak telah membuat pendapatan dari sektor tersebut terhenti, sementara pemerintah telah menyiapkan langkah untuk mengantisipasi hilangnya pemasukan.

“Tidak diragukan lagi bahwa kita menghadapi pembatasan ekspor minyak. Saya juga berbicara dengan warga Irak dan Qatar; pendapatan mereka dari penjualan minyak telah turun menjadi nol. Hal yang sama terjadi pada kita, dan merupakan kenyataan bahwa kita tidak mengekspor minyak,” kata Hemmati.

Menurutnya, pemerintah dan Bank Sentral Iran telah melakukan persiapan yang diperlukan untuk menghadapi situasi tersebut. 

Namun, Iran menghadapi persoalan yang lebih berat dibandingkan Irak dan Qatar karena cadangan devisanya diblokir oleh Washington.

“Amerika telah membekukan cadangan devisa kita dan tidak mengizinkan kita untuk menariknya," ungkapnya.

Hemmati juga mengungkapkan bahwa dana Iran yang seharusnya dicairkan berdasarkan Islamabad Memorandum, kesepahaman yang dicapai Teheran dan Washington pada Juni untuk membuka jalan menuju kesepakatan final, hingga kini belum dibebaskan. 

“Masalah kesepahaman Islamabad dan pelepasan sumber daya adalah masalah terpisah. Sumber daya yang seharusnya dilepaskan berdasarkan kesepahaman ini belum dilepaskan,” jelasnya. 

Di tengah tekanan tersebut, hubungan ekonomi Iran dengan Irak turut menghadapi hambatan. 

Sebelum perang, Iran mengekspor barang dan jasa senilai 12 miliar dolar AS per tahun ke Irak, termasuk 4 miliar dolar AS yang berkaitan dengan pemerintah Irak untuk kebutuhan gas dan listrik. 

Hemmati mengatakan Baghdad telah berkomitmen menyelesaikan kewajibannya kepada Teheran, tetapi Irak sendiri kini ikut tertekan akibat penutupan Selat Hormuz dan terganggunya pendapatan minyak.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Dilema Kelas Menengah dan Bawah di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:31

Lewat Surat Terbuka, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:20

Prabowo Berbelasungkawa atas Wafatnya Jenderal TNI Purn Subagyo

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:17

Harga Emas Antam Ambruk, Termurah Dijual Rp1,33 Juta

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:13

Sempat Dirumorkan Meninggal, Kim Jong-un Muncul di Pameran Mode Korut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:03

Muslim Arbi Apresiasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Swasembada Beras Jadi Prestasi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:59

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Rupiah Bergerak ke Rp18.023 per Dolar AS

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:49

Komisi II DPR Desak HGU Perusahaan Pembakar Hutan Dicabut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:44

BEI Pastikan Saham HSC Tetap Diperdagangkan, Hanya Dicoret dari Hitungan IHSG

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:40

IHSG Dibuka Merah, Dua Menit Perdagangan Langsung Lompat 1,8 Persen

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:22

Selengkapnya