Berita

(Foto: Dok. Konservasi Indonesia)

Nusantara

BBKSDA: Perusahaan Komitmen Terlibat Konservasi Batang Toru

KAMIS, 20 AGUSTUS 2026 | 17:03 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Upaya menjaga keanekaragaman hayati di lanskap Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, membutuhkan keterlibatan berbagai pihak termasuk perusahaan di kawasan tersebut. 

Partisipasi perusahaan menjadi penting karena sebagian habitat potensial flora dan fauna berdekatan dengan wilayah yang dikelola berbagai pihak.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, Novita Kusuma Wardani, mengatakan, pihaknya mendorong penyusunan rencana konservasi dengan melibatkan masyarakat, pemerintah daerah hingga perusahaan yang berada di Batang Toru.


“Kita berkumpul, mengidentifikasi dan semua yang kita ajak diskusi sebagian besar menyatakan kesiapannya untuk mengalokasikan wilayahnya yang menjadi habitat potensi keanekaragaman hayati tinggi menjadi areal konservasi,” kata Novita dalam keterangan tertulis, Kamis 20 Agustus 2026.

BBKSDA Sumut juga sudah menyusun rencana aksi partisipatif termasuk mendorong kontribusi dari perusahaan perkebunan yang berada di Areal Bernilai Konservasi Tinggi (ABKT).

“Mereka sudah komitmen mengizinkan areal konservasi untuk perlindungan tumbuhan," kata Novita.

Dua perusahaan besar di Batang Toru tercatat turut memiliki program konservasi ekosistem. Sebut saja PLTA Batangtoru yang dikembangkan PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) kerap melakukan revegetasi dan membangun jembatan arboreal.

Sementara, tambang emas Martabe yang dikelola PT Agincourt Resources mendirikan stasiun riset keanekaragaman hayati dan perlindungan orangutan Tapanuli.

Studi lewat survei cepat yang dilakukan Institute for Sustainable Earth and Resources (I-SER) Universitas Indonesia (UI) menunjukkan berubahnya kesesuaian habitat flora dan fauna.

Peneliti Pusat Penelitian Perubahan Iklim UI, Nurul Winarni menyebut perubahan kesesuaian habitat untuk fauna relatif kecil karena keterbatasan data yang tersedia. 

“Kalau fauna tidak terlalu terlihat bedanya tapi ada daerah kesesuaian tinggi 32 persen itu itu menurun menjadi 30 persen, jadi kecil perubahannya,” kata Nurul.

Sementara perubahan kesesuaian habitat pada flora disebut lebih jelas. Banjir membawa banyak batang pohon dan menyebabkan perubahan pada tutupan vegetasi. 

Area dengan tingkat kesesuaian habitat tinggi untuk tumbuhan turun dari 33,5 persen menjadi 19,9 persen.

Spesies yang menjadikan Batang Toru sebagai habitat di antaranya Orangutan Tapanuli, Owa ungko, Siamang, Kijang Muncak juga Harimau. Untuk flora, terdapat pohon kemenyan, baik yang tumbuh alami maupun yang dibudidayakan masyarakat, serta kantong semar.

Nurul menerangkan riset cepat I-SER UI menunjukkan terdapat sejumlah wilayah yang beririsan antara kesesuaian habitat tinggi dengan kategori kawasan konservasi lainnya. 

Wilayah tersebut dapat menjadi prioritas pengelolaan untuk perlindungan habitat dengan mempertimbangkan keberadaan masyarakat yang memanfaatkan kawasan hutan.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Peluang Emas Kuliah Gratis Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 Resmi Dibuka

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Di Posko Pengungsian, Gibran Pastikan Kebutuhan Anak-Anak Terpenuhi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Prioritaskan Guru PPPK Wilayah 3T Jadi PNS

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:19

Utang AS Terus Membengkak, Tekanan Fiskal Makin Besar

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:16

Jangan Sampai Utang Gerogoti Ruang Fiskal

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:07

Purbaya Siapkan Rp31 Triliun untuk Pengalihan PPPK ke Pusat

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:05

Emas “di Bawah Bantal” Warga RI Capai 1.800 Ton, Nilainya Diprediksi Tembus Rp4.400 Triliun

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:01

Tak Benar Febrie Minta Emas 74 Kg hingga Uang Dikembalikan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:45

Pemerintah Raup Rp34 Triliun dari Lelang SUN

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Iran Siapkan Serangan Balasan hingga Eropa Jika AS Perluas Perang

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Selengkapnya