Berita

Mitra pengemudi Grab. (Foto: istimewa)

Bisnis

GrabAcademy Dorong Mitra Pengemudi dan Merchant Naik Kelas

KAMIS, 20 AGUSTUS 2026 | 16:58 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Grab Indonesia memperkuat pemberdayaan Mitra Pengemudi dan Mitra Merchant melalui peluncuran GrabAcademy, platform pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan, kapasitas usaha, serta membuka peluang penghidupan yang lebih luas bagi para mitra.

Peluncuran bertajuk “Peluang Tanpa Batas untuk Mitra Naik Kelas-Mendorong Mitra Grab Tumbuh dalam Ekosistem UMKM Berkelanjutan” tersebut digelar dalam rangka menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia.

Chief Executive Officer Grab Indonesia, Neneng Goenadi, mengatakan, semangat kemerdekaan mengingatkan bahwa setiap orang, termasuk para mitra pengemudi dan mitra merchant perlu memiliki kesempatan untuk terus berkembang.


"GrabAcademy hadir untuk memberikan ruang agar setiap Mitra Pengemudi dapat terus bertumbuh dan memperjuangkan harapannya dengan cara yang paling relevan bagi dirinya. Kami ingin membuka Peluang Tanpa Batas bagi para mitra untuk belajar, mencoba hal baru, dan memanfaatkan ekosistem Grab sebagai sumber peluang penghidupan yang semakin beragam,” ujar Neneng dikutip Kamis, 20 Agustus 2026.

Sepanjang 2025, GrabAcademy telah diakses oleh lebih dari 1,15 juta Mitra Pengemudi, dengan lebih dari 204.000 di antaranya telah menyelesaikan seluruh modul wajib. Sementara itu, GrabAcademy turut mengadakan kelas reguler daring dan pelatihan tatap muka bagi para Mitra Merchant, Materi pembelajaran mencakup pengelolaan toko, pesanan dan menu, promosi, periklanan, ulasan pelanggan, keuangan, media sosial, hingga pemanfaatan teknologi. 

Setelah pertama kali hadir pada 2018 sebagai pustaka video pelatihan dasar bagi Mitra Pengemudi, kini GrabAcademy diresmikan sebagai wadah “Mitra Naik Kelas” dengan jalur pengembangan yang semakin beragam untuk membantu para mitra meningkatkan keterampilan dan menjajaki peluang baru, di antaranya GrabBike ke GrabCar, Mitra Pengusaha, Mitra Kreator, Mitra Instruktur, dan Beasiswa Mitra.
  
“Kami terus memperkuat ekosistem Grab dan besar harapan kami bisa berkolaborasi dengan berbagai institusi Pemerintahan agar setiap Mitra memiliki lebih banyak jalur untuk berkembang dan membangun sumber penghasilan sesuai kebutuhan, kemampuan dan aspirasi masing-masing," jelasnya.

"Ada yang berkembang sebagai Mitra Pengemudi, ada yang merintis usaha dan menjadi bagian dari ekosistem UMKM, ada pula yang berkarya sebagai kreator atau instruktur. Bagi kami, naik kelas tidak harus berarti menempuh jalan yang sama, tetapi memiliki semakin banyak pilihan untuk menentukan jalan ke depan,” lanjut Neneng.

Selanjutnya Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menilai setiap pekerjaan yang dijalankan dengan baik dan bertanggung jawab demi memenuhi kebutuhan keluarga merupakan pekerjaan yang mulia, termasuk profesi sebagai Mitra Pengemudi.

Menurutnya, semangat “naik kelas” tidak harus dimaknai sebagai keharusan meninggalkan profesi yang dijalani, tetapi sebagai upaya memperluas kapasitas dan pilihan agar mitra dapat berkembang sesuai aspirasinya. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pengakuan pengemudi ojek online roda dua sebagai pengusaha mikro transportasi online.

"Kami mengapresiasi kehadiran GrabAcademy sebagai salah satu bentuk kolaborasi yang membuka lebih banyak kesempatan bagi para mitra untuk memperkuat kapasitas diri dan mengupayakan kehidupan yang lebih baik,” jelasnya.

GrabAcademy menghadirkan lima jalur pengembangan bagi Mitra Pengemudi, yakni Mitra Melaju, Mitra Pengusaha, Beasiswa Mitra, Mitra Kreator, dan Mitra Instruktur. Program ini membuka peluang mitra untuk beralih ke layanan roda empat, mengembangkan usaha menjadi Mitra Merchant, melanjutkan pendidikan, membangun karier sebagai kreator, hingga menjadi mentor bagi mitra lain.

Hingga 2026, 6.598 mitra telah beralih ke roda empat, 19.368 mitra menjadi Mitra Merchant, 4.732 mitra dan anak mitra mendapat akses pendidikan tinggi, serta 14.721 mitra menyelesaikan pelatihan kreator. Sementara jalur Mitra Instruktur telah menarik minat lebih dari 1.100 mitra, dengan sekitar 183 mitra menyelesaikan pelatihan.

Bagi Mitra Merchant, GrabAcademy menyediakan kelas daring dan tatap muka, pembelajaran mandiri, serta pelatihan kolaboratif seperti Kejar CUAN. Materinya meliputi pengelolaan usaha, promosi, periklanan, keuangan, media sosial, hingga pemanfaatan teknologi dan AI. Sepanjang 2025, kelas daring menjangkau sekitar 14.000 Mitra Merchant, sementara pelatihan tatap muka diikuti sekitar 1.200 mitra.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Peluang Emas Kuliah Gratis Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 Resmi Dibuka

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Di Posko Pengungsian, Gibran Pastikan Kebutuhan Anak-Anak Terpenuhi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Prioritaskan Guru PPPK Wilayah 3T Jadi PNS

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:19

Utang AS Terus Membengkak, Tekanan Fiskal Makin Besar

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:16

Jangan Sampai Utang Gerogoti Ruang Fiskal

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:07

Purbaya Siapkan Rp31 Triliun untuk Pengalihan PPPK ke Pusat

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:05

Emas “di Bawah Bantal” Warga RI Capai 1.800 Ton, Nilainya Diprediksi Tembus Rp4.400 Triliun

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:01

Tak Benar Febrie Minta Emas 74 Kg hingga Uang Dikembalikan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:45

Pemerintah Raup Rp34 Triliun dari Lelang SUN

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Iran Siapkan Serangan Balasan hingga Eropa Jika AS Perluas Perang

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Selengkapnya