Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Dunia

Utang AS Terus Membengkak, Tekanan Fiskal Makin Besar

KAMIS, 20 AGUSTUS 2026 | 14:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Utang pemerintah Amerika Serikat (AS) mencetak rekor baru sebesar 40 triliun Dolar AS atau sekitar Rp711,2 kuadriliun. 

Angka ini berlipat ganda dalam waktu kurang dari satu dekade akibat tingginya biaya jaminan sosial, lonjakan suku bunga, dan penerimaan negara yang tertekan oleh pemangkasan pajak. 

Berdasarkan laporan harian Departemen Keuangan AS, rincian utang tersebut mencakup 32,266 triliun Dolar AS surat utang publik dan 7,782 triliun Dolar AS utang antar-pemerintah.


Secara historis, sekitar sepertiga dari lonjakan ini berasal dari era pandemi. Kebijakan Donald Trump selama dua periode masa jabatannya menyumbang total kenaikan utang 11,6 triliun Dolar AS, sementara era Joe Biden menambah beban sebesar 8,4 triliun Dolar AS.

Pakar memperingatkan adanya ancaman krisis fiskal karena pengeluaran AS jauh melampaui pendapatannya. Dari total pengeluaran tahunan sebesar 7 triliun Dolar AS, sekitar 60 persen dialokasikan untuk program wajib (seperti Social Security dan Medicare) yang sulit dipangkas.

Kondisi ini diperparah oleh biaya pembayaran bunga utang yang kini melonjak hingga 1,1 triliun Dolar AS. 

Beban bunga tersebut telah melampaui anggaran pertahanan (Pentagon) serta kesehatan, dan resmi menjadi pos pengeluaran terbesar kedua negara setelah sistem pensiun.

Tingginya penerbitan utang membuat investor menuntut imbal hasil (yield) yang lebih besar, mendorong yield obligasi jangka panjang ke level tertinggi dalam dua dekade. Di sisi lain, minat investor asing yang memegang sepertiga surat utang AS juga terus menyusut.

Sebagai intervensi agresif untuk menekan yield dan meredam volatilitas pasar, Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengumumkan pelipatgandaan pembelian kembali (buyback) surat utang tenor 10-30 tahun menjadi sedikitnya 4 miliar per operasi.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya