Berita

Representative Image (Foto: AI)

Dunia

Iran Siapkan Serangan Balasan hingga Eropa Jika AS Perluas Perang

KAMIS, 20 AGUSTUS 2026 | 13:41 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Iran dilaporkan telah menyiapkan opsi serangan balasan hingga ke Eropa jika Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump memperluas perang dan melancarkan serangan terhadap infrastruktur Teheran.

Mengutip laporan Financial Times, Kamis, 20 Agustus 2026, pasukan Iran telah mengkaji kemungkinan menyerang aset-aset militer AS di Eropa tenggara. 

Bulgaria menjadi salah satu lokasi yang disebut masuk dalam penilaian tersebut setelah menyetujui penggunaan Pangkalan Udara Bezmer bagi pesawat pengisian bahan bakar AS bulan lalu.


Siprus juga disebut sebagai salah satu sasaran potensial pembalasan Iran. Negara itu menjadi perhatian setelah sebuah pangkalan udara Inggris di Siprus diserang drone pada Maret lalu. 

Selain target militer, pasukan Iran juga dilaporkan telah mengkaji kemungkinan menyerang kabel serat optik bawah laut di kawasan Selat Hormuz jika konflik semakin meningkat.

Salah satu sumber mengatakan Teheran tengah bersiap memperluas perang apabila Trump merealisasikan ancamannya untuk menyerang infrastruktur Iran. 

Sumber pertama juga menyebut serangan Iran terhadap sebuah pangkalan AS di Yordania bulan lalu, yang menewaskan tiga personel militer Amerika, sebagai serangan jarak jauh paling akurat yang pernah dilakukan Tehran. 

Serangan itu dinilai menjadi bukti kemampuan Iran menjangkau sasaran yang lebih jauh.

“Ini juga merupakan pesan kepada Eropa: mereka dapat menerima rudal, jadi mereka harus tahu di mana posisi mereka dalam perang ini. Kesalahan yang sangat besar, seperti menyerang infrastruktur kami, dapat membuat perang meluas melampaui kawasan ini dan mencapai Eropa," kata sumber tersebut.

Iran belum mengonfirmasi secara terbuka rencana tersebut. Di sisi lain, para analis militer mengatakan Iran berpotensi menargetkan aset AS di Eropa selatan dan tenggara menggunakan rudal balistik jarak menengah, meski akurasi serta persediaan rudal jarak jauh Iran masih menjadi pertanyaan. 

Sementara itu, perundingan untuk membuka kembali Selat Hormuz masih menemui kebuntuan dan Trump mengatakan belum ada pembicaraan yang dijadwalkan dengan Teheran.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya