Berita

Salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi program Makan Bergizi Gratis. (Foto: RMOL/Alifia Ramandhita)

Bisnis

MBG Belum Dongkrak Industri Pengolahan dan Pertanian

KAMIS, 20 AGUSTUS 2026 | 11:04 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai memang turut mendorong pertumbuhan sektor akomodasi serta makanan dan minuman. Namun, dampaknya terhadap sektor-sektor utama penggerak ekonomi nasional masih dinilai belum signifikan.

Analis Ekonomi Politik Lab 45, Nadia Restu Utami, menyoroti pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) berdasarkan lapangan usaha yang menunjukkan sektor akomodasi serta makanan dan minuman tumbuh cukup tinggi.

“Ternyata akomodasi makanan dan minuman itu tumbuh drastis. Dan BPS bilang itu karena adanya MBG,” ujar Nadia di kanal Youtube Bambang Widjojanto, Kamis, 20 Agustus 2026


Menurutnya, pertumbuhan tersebut belum otomatis menunjukkan bahwa MBG telah memberikan dorongan kuat terhadap tiga sektor yang semestinya menjadi penggerak utama perekonomian, yakni industri pengolahan, pertanian, dan perdagangan.

“Harusnya yang ditopang atau digalakkan, didorong itu adalah industri sektor pengolahan kemudian pertanian dan ketiga adalah perdagangan. Itu menjadi top driver ekonomi utama dari sisi sektoral tadi. Tapi kenyataannya pertumbuhannya juga tidak relatif tumbuh lebih besar,” jelasnya.

Nadia menilai dampak MBG terhadap perekonomian perlu dilihat secara lebih menyeluruh. Sebab, kontribusi yang terlihat saat ini lebih banyak tercatat pada sektor makanan dan minuman karena melibatkan UMKM serta pelaku usaha di bidang tersebut.

“Dengan kata lain MBG justru tidak meningkatkan pertumbuhan di sektor yang tiga tadi. Karena tertangkapnya di akomodasi makanan dan minuman karena makanan unsurnya dari sisi UMKM dan pelaku usaha di sektor makanan,” tandas Nadia.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya