Berita

Analis Ekonomi Politik Lab 45, Nadia Restu Utami. (Foto: Youtube Bambang Widjojanto)

Bisnis

Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen Tak Seindah Statistik

KAMIS, 20 AGUSTUS 2026 | 10:38 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen dinilai perlu dicermati lebih dalam karena pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya ditopang oleh mesin utama perekonomian nasional. Belanja pemerintah justru menjadi salah satu faktor yang memberikan dorongan signifikan terhadap pertumbuhan.

Analis Ekonomi Politik Lab 45, Nadia Restu Utami, mengatakan secara statistik pertumbuhan ekonomi 5,61 persen terlihat positif dan menjadi pertumbuhan tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Namun, perlu dilihat lebih jauh faktor yang mendorong angka tersebut.

“Secara statistik memang indah kita tumbuh 5,61 persen. Tapi kita mungkin bisa melihat kira-kira apa sih memang yang men-drive pertumbuhan menjadi 5,61 persen. Ini menjadi pertumbuhan yang paling besar dalam 13 tahun terakhir,” kata Nadia di kanal Youtube Bambang Widjojanto, Kamis, 20 Agustus 2026


Menurutnya, perekonomian Indonesia selama ini ditopang empat motor utama, yakni konsumsi, investasi, serta aktivitas internasional melalui ekspor dan impor. Namun, Nadia melihat pertumbuhan terbaru justru cukup kuat didorong oleh government spending atau belanja pemerintah.

“Jika kita melihat ternyata memang pertumbuhan terbesar atau lihat kontribusinya terlihat dari government spending. Itu tinggi sekali di kuartal 1 mencapai 21,8 persen,” ujarnya.

Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang cukup drastis mendorong pertumbuhan ekonomi. Padahal, lanjut Nadia, konsumsi masyarakat merupakan motor utama perekonomian Indonesia dengan kontribusi mencapai sekitar 54,4 persen. Investasi juga menjadi salah satu mesin penting yang seharusnya mendapatkan dorongan lebih besar.

“Ini seharusnya dua indikator itu yang didorong, harus yang tumbuh pertumbuhannya responsif dan lebih besar. Tapi kenyataannya stagnan untuk dua indikator. Dan ini government spending, lagi-lagi berbagai program belanja-belanja,” jelasnya.

Nadia juga mempertanyakan bentuk investasi yang ikut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Ia menilai perlu dilihat lebih jauh komponen investasi yang dihitung, termasuk kemungkinan masuknya impor alat utama sistem persenjataan (alutsista) dalam perhitungan BPS.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya