Berita

Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan Barat (Kalbar). (Foto: Humas BNPB)

Nusantara

Pemerintah All Out Hadapi Karhutla Lewat Koordinasi Lintas Lembaga

RABU, 19 AGUSTUS 2026 | 09:32 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemerintah memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengerahkan puluhan armada udara ke sejumlah wilayah rawan. Sebanyak 40 armada udara disiapkan untuk mendukung upaya pemadaman dan penanganan karhutla di lapangan.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari kesiapsiagaan pemerintah menghadapi potensi karhutla, terutama di tengah kondisi cuaca yang semakin kering.

Kemenhut juga terus memperkuat koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sinergi tersebut dilakukan untuk memastikan informasi dini mengenai potensi karhutla dapat segera ditindaklanjuti dengan langkah penanganan di lapangan.


Salah satu upaya yang dilakukan adalah Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengantisipasi kondisi cuaca yang berpotensi meningkatkan risiko karhutla. Kolaborasi lintas lembaga tersebut diharapkan dapat mempercepat respons pemerintah dalam mencegah meluasnya kebakaran sekaligus memastikan penanganan karhutla dilakukan secara terpadu.

“Pemerintah all out tangani karhutla. Kementerian Kehutanan terus memperkuat sinergi dengan BNPB dan BMKG dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan, salah satunya melalui kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca,” kata Raja Antoni, Rabu, 19 Agustus 2026.

Koordinasi dengan BNPB telah mengerahkan 40 armada udara untuk mendukung penanganan karhutla. Armada tersebut terdiri dari 10 pesawat patroli, 27 helikopter water bombing, dan 3 pesawat OMC.

Khusus di enam provinsi prioritas, BNPB mengerahkan 36 armada udara yang terdiri dari 12 armada patroli udara, 21 helikopter water bombing, dan 3 pesawat OMC.

“Kami menyadari bahwa karhutla merupakan persoalan serius yang memerlukan penanganan secara kolaboratif, terpadu, terukur, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pemerintah telah melakukan berbagai langkah koordinasi untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi karhutla. Langkah tersebut mencakup rapat koordinasi khusus bersama Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan serta kementerian/lembaga terkait di Manggala Wanabakti, hingga rapat terbatas penanggulangan karhutla yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara.

Dalam rapat tersebut, pemerintah melibatkan sejumlah menteri, TNI, Polri, BMKG, BRIN, dan BNPB. Selain itu, apel kesiapsiagaan karhutla juga digelar di tiga provinsi yang dinilai rawan, yakni Kalimantan Barat, Riau, dan Sumatera Selatan.



Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya