Daftar 500 orang terkaya dunia kembali menunjukkan perubahan posisi para miliarder, termasuk dari Indonesia.
Berdasarkan Bloomberg Billionaires Index per 12 Agustus 2026, tujuh pengusaha Indonesia tercatat dalam jajaran orang dengan kekayaan terbesar di dunia.
Bloomberg Billionaires Index merupakan pemeringkatan harian yang memantau kekayaan 500 orang terkaya di dunia. Pergerakan kekayaan dalam daftar tersebut dapat berubah dari hari ke hari seiring perubahan harga saham dan kondisi perusahaan yang menjadi sumber kekayaan para miliarder.
Dalam daftar terbaru, Sukanto Tanoto menjadi pengusaha Indonesia dengan posisi tertinggi. Ia berada di peringkat ke-108 dunia dengan kekayaan mencapai 24,0 miliar Dolar AS.
Kekayaan Tanoto bertambah 167 juta Dolar AS dalam sehari. Secara year-to-date, hartanya juga masih mencatat pertumbuhan sebesar 2,25 miliar Dolar AS.
Posisi Tanoto tersebut sekaligus menempatkannya di atas sejumlah taipan Indonesia lainnya yang selama ini dikenal sebagai bagian dari kelompok orang terkaya di Tanah Air.
Di peringkat ke-126 dunia terdapat Prajogo Pangestu dengan kekayaan 21,3 miliar Dolar AS. Menariknya, Prajogo mencatat kenaikan kekayaan harian paling besar di antara para miliarder Indonesia dalam daftar tersebut.
Dalam sehari, kekayaan Prajogo melonjak 1,92 miliar Dolar AS. Namun, jika dilihat sejak awal tahun, kekayaannya masih mengalami penurunan sangat besar, yakni 24,8 miliar Dolar AS.
Perbedaan antara pergerakan harian dan kinerja sepanjang tahun ini menunjukkan betapa cepat posisi kekayaan para miliarder dapat berubah dalam indeks Bloomberg.
Setelah Tanoto dan Prajogo, Low Tuck Kwong berada di peringkat ke-182 dunia dengan kekayaan 16,8 miliar Dolar AS.
Kekayaan pemilik bisnis batu bara tersebut turun 15,3 juta Dolar AS dalam sehari. Secara year-to-date, penurunannya mencapai 5,17 miliar Dolar AS.
Sementara itu, Budi Hartono menempati peringkat ke-215 dengan kekayaan 15,0 miliar Dolar AS. Kekayaannya naik 34 juta Dolar AS dalam sehari, tetapi masih turun 4,24 miliar Dolar AS sepanjang tahun.
Kemudian, Anthony Salim berada di peringkat ke-272 dengan kekayaan 12,8 miliar Dolar AS. Kekayaan pengusaha tersebut naik 160 juta Dolar AS dalam sehari, meski secara tahunan turun 3,22 miliar Dolar AS.
Tahir menyusul di posisi ke-325 dengan kekayaan 11,3 miliar Dolar AS. Berbeda dari beberapa pengusaha sebelumnya, kekayaan Tahir turun 248 juta Dolar AS dalam sehari dan berkurang 2,41 miliar Dolar AS sejak awal tahun.
Adapun Otto Toto Sugiri berada di peringkat ke-465 dengan kekayaan 8,64 miliar Dolar AS.
Otto mencatat kenaikan harian terbesar kedua di antara pengusaha Indonesia yang masuk daftar, yakni 418 juta Dolar AS. Meski demikian, secara tahunan kekayaannya masih turun 232 juta Dolar AS.
Elon Musk Masih di Puncak
Di level global, Elon Musk masih kokoh di posisi pertama dengan kekayaan mencapai 884 miliar Dolar AS.
Jarak kekayaan Musk dengan miliarder di posisi kedua sangat lebar. Larry Page berada di peringkat kedua dengan kekayaan 295 miliar Dolar AS, disusul Jeff Bezos dengan 288 miliar Dolar AS.
Posisi keempat ditempati Sergey Brin dengan 275 miliar Dolar AS, sedangkan Michael Dell berada di posisi kelima dengan 246 miliar Dolar AS.
Berikut 10 besar orang terkaya dunia versi Bloomberg per 12 Agustus 2026:
1. Elon Musk - 884 miliar Dolar AS
2. Larry Page - 295 miliar Dolar AS
3. Jeff Bezos - 288 miliar Dolar AS
4. Sergey Brin - 275 miliar Dolar AS
5. Michael Dell - 246 miliar Dolar AS
6. Larry Ellison - 206 miliar Dolar AS
7. Mark Zuckerberg - 206 miliar Dolar AS
8. Jensen Huang - 186 miliar Dolar AS
9. Steve Ballmer - 172 miliar Dolar AS
10. Bernard Arnault - 159 miliar Dolar AS
Jika melihat posisi para pengusaha Indonesia, Sukanto Tanoto menjadi nama dengan peringkat tertinggi, sementara Prajogo Pangestu mencatat kenaikan kekayaan harian terbesar.
Namun, pergerakan tahunan menunjukkan gambaran yang berbeda. Dari tujuh pengusaha Indonesia dalam daftar tersebut, hanya Sukanto Tanoto yang mencatat pertumbuhan kekayaan sejak awal tahun. Enam nama lainnya masih membukukan penurunan secara year-to-date.
Data Bloomberg tersebut memperlihatkan bahwa posisi para miliarder bukanlah angka yang statis. Nilai kekayaan dapat berubah setiap hari mengikuti pergerakan aset dan kondisi pasar, sehingga susunan orang terkaya dunia pun terus mengalami perubahan.