Berita

Ilstasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Harga Minyak Dunia Naik Lagi, Brent Dibanderol 91 Dolar AS

SELASA, 18 AGUSTUS 2026 | 09:46 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia naik pada perdagangan Selasa, 18 Agustus 2026, seiring memudarnya harapan akan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Harga minyak mentah Brent terpantau naik 27 sen atau 0,3 persen menjadi 91,14 Dolar AS per. Brent sebelumnya sempat mencapai level tertinggi sejak 30 Juli.

Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 42 sen menjadi 85,04 Dolar AS per barel. Dalam perdagangan sebelumnya, WTI bahkan sempat naik lebih dari 1 persen hingga menyentuh 85,37 Dolar AS per barel, level tertinggi sejak 31 Juli.


Kenaikan harga minyak terutama dipicu oleh meningkatnya risiko pasokan. Upaya untuk mengakhiri perang di Timur Tengah mengalami kebuntuan setelah Iran menyatakan akan mengambil sikap militer yang lebih ofensif. Di sisi lain, AS menolak memperpanjang kesepakatan gencatan senjata sementara.

Situasi tersebut juga berdampak pada lalu lintas kapal tanker minyak. Selat Hormuz, jalur penting bagi perdagangan energi dunia, masih menghadapi gangguan. Data pelacakan kapal Kpler menunjukkan hanya lima kapal komoditas yang melewati Selat Hormuz pada Sabtu, sementara tidak ada kapal yang tercatat melintas pada Minggu. Sebagai perbandingan, terdapat 31 kapal yang melintas pada akhir pekan sebelumnya.

Risiko pasokan juga datang dari jalur perdagangan lain. Kelompok Houthi di Yaman mengatakan telah menyerang kapal yang mereka sebut sebagai kapal militer Saudi dan empat kapal pengawal di Laut Merah menggunakan rudal.

Selain itu, Iran tengah bernegosiasi dengan Oman mengenai pengelolaan Selat Hormuz dan menyatakan kedua pihak hampir mencapai kesepakatan. Namun, Presiden AS Donald Trump merespons pembicaraan tersebut dengan ancaman terhadap Oman.

Di tengah meningkatnya ketegangan, pasar masih berharap adanya jalur diplomasi. Sejumlah laporan media menyebut Trump telah membuka pembicaraan tidak langsung dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Pergerakan harga minyak juga mendapat dukungan dari perkiraan penurunan persediaan minyak mentah AS. Jajak pendapat awal Reuters menunjukkan stok minyak mentah AS diperkirakan turun pada pekan lalu, bersamaan dengan persediaan produk olahan minyak.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Kini Posko Pengungsian Korban Gempa NTT Tersedia Internet Gratis

Selasa, 18 Agustus 2026 | 01:45

HUT ke-81 RI Momen Memperkuat Kebersamaan dan Gotong Royong

Selasa, 18 Agustus 2026 | 01:28

Merdeka Bernegara, Jalan Panjang Berbangsa

Selasa, 18 Agustus 2026 | 01:00

32 Kendaraan Hias Semarakkan Karnaval Bersatu Harmoni Nusantara di Monas

Selasa, 18 Agustus 2026 | 00:50

Langkah Cepat Polri Tangani Korban Gempa NTT Tuai Apresiasi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 00:30

Polda Malut Terima 16 Senjata Api Ilegal dari Warga

Selasa, 18 Agustus 2026 | 00:05

Saatnya Indonesia Berdaulat dalam Sektor Pangan dan Energi

Senin, 17 Agustus 2026 | 23:45

Upaya Menjaga Kedaulatan Pilihan Pengurus NU

Senin, 17 Agustus 2026 | 23:22

BCA dan Pegadaian Luncurkan Layanan Tabungan Emas di myBCA

Senin, 17 Agustus 2026 | 22:51

Listrik dan Telekomunikasi di Flores Hampir Pulih 100 Persen

Senin, 17 Agustus 2026 | 22:50

Selengkapnya