Ilstasi (Artificial Intelligence)
Harga minyak dunia naik pada perdagangan Selasa, 18 Agustus 2026, seiring memudarnya harapan akan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Harga minyak mentah Brent terpantau naik 27 sen atau 0,3 persen menjadi 91,14 Dolar AS per. Brent sebelumnya sempat mencapai level tertinggi sejak 30 Juli.
Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 42 sen menjadi 85,04 Dolar AS per barel. Dalam perdagangan sebelumnya, WTI bahkan sempat naik lebih dari 1 persen hingga menyentuh 85,37 Dolar AS per barel, level tertinggi sejak 31 Juli.
Kenaikan harga minyak terutama dipicu oleh meningkatnya risiko pasokan. Upaya untuk mengakhiri perang di Timur Tengah mengalami kebuntuan setelah Iran menyatakan akan mengambil sikap militer yang lebih ofensif. Di sisi lain, AS menolak memperpanjang kesepakatan gencatan senjata sementara.
Situasi tersebut juga berdampak pada lalu lintas kapal tanker minyak. Selat Hormuz, jalur penting bagi perdagangan energi dunia, masih menghadapi gangguan. Data pelacakan kapal Kpler menunjukkan hanya lima kapal komoditas yang melewati Selat Hormuz pada Sabtu, sementara tidak ada kapal yang tercatat melintas pada Minggu. Sebagai perbandingan, terdapat 31 kapal yang melintas pada akhir pekan sebelumnya.
Risiko pasokan juga datang dari jalur perdagangan lain. Kelompok Houthi di Yaman mengatakan telah menyerang kapal yang mereka sebut sebagai kapal militer Saudi dan empat kapal pengawal di Laut Merah menggunakan rudal.
Selain itu, Iran tengah bernegosiasi dengan Oman mengenai pengelolaan Selat Hormuz dan menyatakan kedua pihak hampir mencapai kesepakatan. Namun, Presiden AS Donald Trump merespons pembicaraan tersebut dengan ancaman terhadap Oman.
Di tengah meningkatnya ketegangan, pasar masih berharap adanya jalur diplomasi. Sejumlah laporan media menyebut Trump telah membuka pembicaraan tidak langsung dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Pergerakan harga minyak juga mendapat dukungan dari perkiraan penurunan persediaan minyak mentah AS. Jajak pendapat awal Reuters menunjukkan stok minyak mentah AS diperkirakan turun pada pekan lalu, bersamaan dengan persediaan produk olahan minyak.