Berita

KMP Putri Yasmin terbakar di perairan Lombok, Rabu, 12 Agustus 2026. (Foto: ANTARA/Nur Imansyah)

Politik

Dirjen Hubla Diminta Mundur Imbas Gagal Wujudkan Keselamatan Pelayaran

KAMIS, 13 AGUSTUS 2026 | 22:23 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Aspek keselamatan pelayaran di Indonesia tak henti-hentinya menjadi sorotan publik. Sepanjang 2026 saja sudah terdapat 9 kasus kecelakaan kapal.

Masih segar ingatan kita soal kejadian KM Mutiara Sentosa 2 yang terbakar di Perairan Madura, Minggu, 2 Agustus 2026 yang memakan 5 korban jiwa. Belum genap dua pekan, giliran KMP Putri Yasmin terbakar di rute Bali-Lombok pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Terkait itu, Direktur The National Maritime Institute (Namarin) Siswanto Rusdi mengkritik keras kinerja Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Ditjen Hubla Kemenhub) sebagai otoritas tertinggi terkait pelayaran di negeri ini.


“Kejadian demi kejadian di laut terus berulang. Ini tidak bisa dibiarkan, jadi sudah sepatutnya Dirjen Hubla mengundurkan diri dari jabatannya. Walaupun ini juga tidak menyelesaikan masalah, tapi paling tidak menjadi shock therapy bagi pemangku kebijakan sebagai bentuk tanggung jawab,” kata Siswanto kepada RMOL di Jakarta, Kamis, 13 Agustus 2026.

Lanjut dia, akar permasalahan keselamatan pelayaran ini harus diurai tuntas mulai hulu hingga hilirnya.

“Karena masalah ini menyangkut nyawa, jadi harus kita sudahi jatuhnya korban lagi di laut. Hemat saya sudah saatnya Dirjen Hubla mundur, karena gagal dalam menjalankan tugasnya,” tegas Siswanto.

Dirjen Hubla saat ini dijabat oleh Muhammad Masyhud. Dalam nomenklatur tugas dan fungsi, Dirjen Hubla memiliki tanggung jawab dalam merumuskan kebijakan di bidang perhubungan laut; pengelolaan transportasi laut; penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria (NSPK); memberikan bimbingan teknis dan evaluasi hingga mengatur keselamatan dan keamanan pelayaran.

Masih kata Siswanto, keselamatan pelayaran harus dibenahi total mulai dari sistem pengawasan, teknologi hingga kapasitas SDM di lapangan.  
 
“Jangan ada kata terlambat untuk membenahi itu semua sebelum jatuh korban lagi dari para pengguna laut,” pungkasnya.  

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Sandy Rio Kuahaty Nakhodai GAMKI Jakut 2026-2029

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:26

Bawaslu Dorong Transformasi Digital dari Administrasi ke Pengawasan Berbasis Risiko

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:23

Kementerian HAM Perluas Akses Pendidikan Tak Hanya untuk ASN

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:14

Reformasi Kelistrikan Penting untuk Capai Ekonomi 8 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:01

Menkop Kukuhkan Yudi Azis sebagai Rektor IKOPIN Periode 2026–2031

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:44

Bahas Keamanan hingga Lapangan Kerja

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:42

Meracik Horor Komedi di Film Ghosthing, Ini Pandangan Peter Surya Wijaya

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:41

Tanggapi Survei Celios, Gibran Janji Kerja Lebih Baik

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:35

Mantan Pj Gubernur Sulsel Bantah Cawe-cawe Pengadaan Bibit Nanas

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:31

APBD DKI 2027 Diusulkan Rp82,89 Triliun, Naik 4,18 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:20

Selengkapnya