Berita

CEO BPI Danantara Rosan Roeslani (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)

Bisnis

Danantara Pastikan Produksi MOLINAS Pakai Baterai Lokal

KAMIS, 13 AGUSTUS 2026 | 18:04 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara memastikan produksi Motor Listrik Nasional (MOLINAS) akan mengutamakan penggunaan baterai berbasis nikel yang diproduksi di dalam negeri.

"Untuk motor listrik nasional ini semuanya ada di kita, Bapak Presiden. Baik terutama kita lihat baterai untuk listrik nasional ini kita akan dorong secara penuh untuk menggunakan nickel-based," ujar CEO BPI Danantara Rosan Roeslani saat peluncuran MOLINAS beserta ekosistem pendukungnya di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Kamis, 13 Agustus 2026.

Dalam pidatonya, Rosan mengatakan bahwa Indonesia memiliki seluruh bahan dan kemampuan yang dibutuhkan untuk membangun ekosistem motor listrik nasional.


“Kalau kita lihat Bapak Presiden, ingredient-nya atau resepnya kita  Karena nikel kita ketahui bersama, 46 persen reservasi nikel di dunia itu ada di Indonesia. Ada di Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, potensi nikel yang besar ditambah penguasaan teknologi menjadi modal penting untuk menghasilkan produk motor listrik yang terjangkau dan berkualitas. 

Hilirisasi nikel juga akan diarahkan hingga menjadi sel baterai dan battery pack untuk mendukung kebutuhan produksi MOLINAS.

"MOLINAS ini bisa terjangkau, berkualitas, apalagi kita bisa menjalankan hilirisasi dari nikel ini menjadi cell battery, battery pack, sehingga bisa digunakan dalam produksi MOLINAS ke depannya,” kata Rosan.

Rosan juga melihat peluang pasar motor listrik nasional masih terbuka lebar. Dari sekitar 140 juta motor yang ada di Indonesia, pembelian motor listrik baru mencapai sekitar 60 ribu hingga 70 ribu unit per tahun atau hanya sekitar satu persen.

“Jadi kalau kami lihat, ini potensi ke depannya, upside-nya ini bisa secara eksponensial. Dan oleh sebab itu, kami melihat juga market size-nya kurang lebih sampai 170 miliar US Dollar,” ujarnya. 

CEO BPI Danantara itu menambahkan, sekitar 10 perusahaan nasional telah memenuhi kriteria TKDN Kementerian Perindustrian dan akan didorong bersama LEN serta Profesor Sigit untuk membangun standardisasi internasional.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

KPK Panggil Pejabat Perum Bulog di Kasus Korupsi Penyaluran Bansos Beras

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:27

DPR Terima Masukan Buruh untuk RUU Ketenagakerjaan, FSP BUMN Bersatu Ikut Hadir

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:22

GOTO Bantah Didepak MSCI karena Kinerja, Sebut Keputusan Bersifat Teknis

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:17

Bos Narkoba Kampung Bahari Ditangkap Saat Penggerebekan

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:11

KPK Periksa Ketua DPD PAN Jakut Bebizie Sri Mulyati di Kasus Rita Widyasari

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:05

Penangguhan Bansos Pelaku Judol Harus Beri Efek Jera

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:33

Calon Hakim Agung Hari Sih Advianto Tawarkan Desain Baru Hukum Pajak

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:28

Pemberdayaan Perempuan Lewat MBG Perkuat Kesejahteraan Keluarga

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:24

Ini Alasan MSCI Depak GOTO dari Indeks

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:20

Bantah Kejar Pajak Kontrakan, Purbaya: Nggak Ada Perintah Itu

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:17

Selengkapnya