Berita

Koordinator THMP C Suhadi bersama Eddy Ghazali. (Foto: Dok Pribadi)

Hukum

Putusan Sela Hanya Batalkan Dakwaan Bukan Status Terdakwa

KAMIS, 13 AGUSTUS 2026 | 11:01 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Tim Hukum Merah Putih (THMP) menegaskan status seseorang yang telah menjadi Terdakwa bukan lagi menjadi obyek praperadilan. Status Terdakwa juga dinilai tidak dapat digugurkan melalui putusan sela yang menerima eksepsi Terdakwa.

Hal tersebut disampaikan Koordinator THMP C Suhadi SH MH bersama Penasihat THMP Dr Moh Eddy Ghazali SH MH menanggapi permohonan praperadilan Dokter Tifa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Meskipun putusan Sela mengabulkan eksepsi terdakwa, tapi tidak bisa menghentikan sidang pokok perkara, karena putusan sela hanya membatalkan dakwaan Jaksa bukan pada status Terdakwa, akan tetapi terkait masalah pasal-pasal dari KUHP dan KUHAP baru yang harus diakomodir dalam surat dakwaan, jadi bukan status terdakwanya yang batal,” kata C Suhadi dan Eddy Ghazali kepada wartawan di Jakarta, Kamis, 13 Agustus 2026.


Dengan demikian, sidang pokok perkara Dokter Tifa di Pengadilan Negeri Jakarta Timur dinilai layak dilanjutkan. Suhadi dan Eddy meminta agar terdakwa patuh terhadap KUHAP, ikuti saja jalannya persidangan supaya ada kepastian hukum terkait kedudukan pokok perkara.

"Waktunya sudah lewat mana kala perkara sudah dibuka di persidangan dan Tifa dinyatakan Terdakwa, harusnya kalau mau ajukan praperadilan saat masih berstatus tersangka, karena ketika sudah berstatus terdakwa maka tidak ada kaitan lagi dengan penyidik dan Jaksa Penuntut Umum. Karena perkara sudah dilimpahkkan oleh JPU ke Pengadilan dan Pengadilan sudah membuka sidang, maka saat itu juga status Tersangka berubah menjadi Terdakwa," bebernya.

THMP menilai status Dokter Tifa sebagai Terdakwa dalam perkara pokok tidak dapat dibatalkan melalui praperadilan. Menurut mereka, ruang lingkup praperadilan sudah tidak relevan ketika perkara telah masuk ke tahap persidangan pokok.

THMP menjelaskan, hal yang dibatalkan dalam putusan sebelumnya berkaitan dengan pasal-pasal KUHAP yang dinilai tidak dikutip atau diterapkan dengan tepat. Karena itu, yang perlu diperbaiki adalah aspek tersebut, bukan status Terdakwanya.

Setelah dilakukan perbaikan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dapat kembali mengajukan dakwaan ke pengadilan. Hal tersebut, menurut THMP, sejalan dengan Pasal 75 ayat (4) KUHAP. Apabila pihak Dokter Tifa keberatan terhadap dakwaan hasil perbaikan, keberatan tersebut semestinya kembali disampaikan melalui eksepsi terhadap dakwaan JPU.

Dengan demikian, penilaian apakah eksepsi terhadap perbaikan surat dakwaan JPU diterima atau tidak, menurut THMP, akan menjadi bagian dari pemeriksaan perkara hingga putusan akhir.

"Keberlakuan pasal 74 ayat 4 KUHAP sejalan dengan putusan MK No. 28/2022, yang menghilangkan frasa pasal 143 KUHAP, bahwa kalau surat dakwaan batal maka tidak bisa diajukan lagi, dan MK dalam putusannya tetap masih dapat diajukan sekali lagi," pungkas THMP.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggerebekan Pesantren

Senin, 02 November 2026 | 18:26

DPR Gandeng Kementerian PPPA Dorong Gerakan Nasional Antibullying

Senin, 02 November 2026 | 18:20

Gibran Ingatkan Ancaman Hoaks terhadap Kerukunan Masyarakat

Senin, 02 November 2026 | 18:06

Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta

Senin, 02 November 2026 | 18:02

Program Kemenag Harus Sejalan dengan Visi-Misi Prabowo

Senin, 02 November 2026 | 17:41

Kemenhaj Rekrut Tenaga Pendukung untuk Urus Visa Haji 2027

Senin, 02 November 2026 | 17:34

Ahmad Doli Harap Pimpinan Parpol Segera Bertemu Bahas Gibran

Senin, 02 November 2026 | 17:31

Gibran Tetap Blusukan ke Daerah di Tengah Polemik Putusan MA dan MK

Senin, 02 November 2026 | 17:25

Kesejahteraan Rakyat di Daerah Tambang Nikel Harus jadi Perhatian Pemerintah

Senin, 02 November 2026 | 17:09

Cegah Kekerasan di Pesantren, Kemenag Buka Pelatihan Daring melalui MOOC Pintar

Senin, 02 November 2026 | 17:02

Selengkapnya