Berita

Ketua Bidang Dakwah DPP GPMI, Novel Bamukmin (Foto: RMOL)

Politik

Novel Bamukmin Desak Newport Ditutup, Saham Pemprov DKI di Anker Bir Diminta Ditarik

KAMIS, 13 AGUSTUS 2026 | 09:03 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengambil tindakan tegas terkait polemik produk minuman keras (miras) Newport yang diduga menggunakan Surat Ad-Dhuha dalam sebuah tantangan berhadiah bir.

Ketua Bidang Dakwah DPP GPMI, Ustaz Novel Bamukmin, mengatakan persoalan tersebut tidak bisa dianggap sepele karena dinilai telah menyentuh simbol dan ajaran agama Islam.

"Dampak miras jelas memang merusak moral bangsa di manapun miras itu berada sehingga Islam jelas mengharamkan miras karena dalam hadis Nabi Muhammad jelas, miras adalah kunci kerusakan," kata Novel kepada RMOL, Kamis, 13 Agustus 2026.


Novel kemudian mengungkit kasus Budi Dalton yang pernah memelesetkan istilah miras menjadi "Minuman Rasulullah" saat tampil bersama komedian Sule.

"Sudah juga saya laporkan di Polda Jabar namun tidak diproses sehingga tidak ada efek jera terhadap penghina agama, tidak heran terus bermunculan kasus-kasus baru," katanya.

Menurut Novel, polemik Newport kini telah menjadi perhatian publik. Ia menyinggung sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengecam persoalan tersebut serta Gubernur DKI Jakarta yang turut menyampaikan keprihatinan.

"Dan apresiasi tentunya untuk Gubernur DKI karena mau peduli terhadap kerusakan umat Islam sebagai dampak dari miras," ucapnya.

Namun, Novel meminta sikap tersebut tidak berhenti pada pernyataan keprihatinan. Ia mendesak Pemprov DKI menarik kepemilikan sahamnya di PT Delta Djakarta Tbk, produsen bir Anker.

"Pemprov DKI masih memiliki saham di PT Delta Djakarta atau Anker Bir. Kami berharap Pemprov DKI mencabut sahamnya di Anker Bir karena gubernur dan wakilnya punya wewenang untuk itu kepada instansi terkait," tegasnya.

Berdasarkan data resmi Badan Pembinaan BUMD Provinsi DKI Jakarta, Pemprov DKI masih tercatat memiliki 26,25 persen saham PT Delta Djakarta Tbk. Sementara itu, 58,33 persen saham dimiliki San Miguel Malaysia dan 15,42 persen oleh masyarakat.

Kepemilikan tersebut juga memberikan dividen kepada Pemprov DKI. Pada 2024, bagian dividen yang diterima pemerintah daerah tercatat sekitar Rp59,06 miliar.

Novel mengatakan persoalan kepemilikan saham Pemprov DKI di perusahaan produsen minuman beralkohol tersebut bukan isu baru. Ia mengaitkannya dengan sikap DPRD DKI Jakarta pada masa lalu yang menurutnya tidak menyetujui pencabutan saham tersebut.

"Dengan begitu kita jadi ingat peranan PDIP lewat DPRD DKI-nya ketika diketuai oleh Prasetyo Edi Marsudi menolak pencabutan saham miras di PT Delta atau Anker Bir dan sampai saat ini baik Fraksi PDIP di DPRD-nya, baik gubernur dan wakil gubernur dari PDIP tidak ada itikad baik mencabut saham Pemprov DKI di PT Delta Djakarta," terangnya.

Novel meminta polemik Newport menjadi momentum bagi Pemprov DKI untuk mengevaluasi kembali kepemilikan saham pada perusahaan minuman beralkohol.

Selain itu, ia mendesak agar produk Newport ditutup apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya unsur penghinaan terhadap Al-Quran.

"Kami berharap Pemprov DKI mencabut sahamnya di Anker Bir karena gubernur dan wakilnya punya wewenang untuk itu kepada instansi terkait untuk juga Newport segera untuk ditutup," pungkas Novel.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggerebekan Pesantren

Senin, 02 November 2026 | 18:26

DPR Gandeng Kementerian PPPA Dorong Gerakan Nasional Antibullying

Senin, 02 November 2026 | 18:20

Gibran Ingatkan Ancaman Hoaks terhadap Kerukunan Masyarakat

Senin, 02 November 2026 | 18:06

Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta

Senin, 02 November 2026 | 18:02

Program Kemenag Harus Sejalan dengan Visi-Misi Prabowo

Senin, 02 November 2026 | 17:41

Kemenhaj Rekrut Tenaga Pendukung untuk Urus Visa Haji 2027

Senin, 02 November 2026 | 17:34

Ahmad Doli Harap Pimpinan Parpol Segera Bertemu Bahas Gibran

Senin, 02 November 2026 | 17:31

Gibran Tetap Blusukan ke Daerah di Tengah Polemik Putusan MA dan MK

Senin, 02 November 2026 | 17:25

Kesejahteraan Rakyat di Daerah Tambang Nikel Harus jadi Perhatian Pemerintah

Senin, 02 November 2026 | 17:09

Cegah Kekerasan di Pesantren, Kemenag Buka Pelatihan Daring melalui MOOC Pintar

Senin, 02 November 2026 | 17:02

Selengkapnya