Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Kunci Percepatan Motor Listrik Ada Pada Kesiapan Ekosistem dan Efisiensi Biaya

RABU, 12 AGUSTUS 2026 | 18:51 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Peralihan sepeda motor berbahan bakar minyak ke kendaraan listrik berpotensi memberikan dampak cukup besar terhadap konsumsi BBM nasional. 

Berdasarkan rasio perhitungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), setiap satu juta sepeda motor yang beralih ke listrik berpotensi mengurangi konsumsi BBM sekitar 356 juta liter per tahun.

Potensi penghematan tersebut kembali menjadi perhatian di tengah rencana pemerintah menata penyaluran Pertalite agar lebih tepat sasaran. 


Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) menilai peralihan kendaraan roda dua ke listrik dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM.

“Kalau dilakukan dalam skala jutaan kendaraan, manfaatnya bukan hanya dirasakan pemilik motor melalui biaya operasional yang lebih rendah. Negara juga memiliki peluang mengurangi konsumsi BBM dan ruang fiskal yang selama ini diperlukan untuk menjaga harga energi,” ujar Ketua Umum Aismoli Budi Setiyadi, dalam keterangannya yang dikutip di Jakarta, Rabu 12 Agustus 2026.

Besarnya potensi tersebut tidak terlepas dari jumlah sepeda motor di Indonesia yang sangat besar. Data BPS menunjukkan jumlah sepeda motor pada 2025 mencapai sekitar 139,45 juta unit.

Sebelumnya, Kementerian ESDM pada 2022 memperkirakan penggunaan 900 ribu sepeda motor listrik dapat mengurangi konsumsi BBM sekitar 320 juta liter per tahun. Penggunaan kendaraan listrik dalam jumlah tersebut juga diperkirakan dapat menekan kompensasi Pertalite sekitar Rp480 miliar per tahun.

Bagi pengguna, peralihan tersebut juga menawarkan potensi penghematan biaya operasional. Kementerian ESDM memperkirakan penghematan biaya BBM pengguna sepeda motor listrik dapat mencapai sekitar Rp2,68 juta per tahun.

Dengan jumlah sepeda motor yang mencapai lebih dari 139 juta unit, peralihan sebagian kendaraan roda dua ke listrik secara bertahap dapat memberikan dampak terhadap konsumsi energi apabila didukung penggunaan kendaraan listrik yang semakin luas.

Namun, Aismoli menilai peralihan tersebut tidak cukup hanya mengandalkan perubahan kebijakan BBM. Harga kendaraan, kualitas dan keselamatan, ketersediaan suku cadang, layanan purnajual, serta infrastruktur pengisian dan penukaran baterai tetap menjadi faktor penting bagi masyarakat dalam menentukan pilihan kendaraan.

“Peralihan tidak bisa hanya didorong oleh perubahan kebijakan BBM. Masyarakat harus memiliki alasan yang kuat untuk memilih motor listrik: produknya berkualitas, aman, ekonomis, dan mudah digunakan,” kata Budi.

Menurut Aismoli, jika ekosistem kendaraan listrik terus diperkuat, motor listrik dapat menjadi salah satu pilihan mobilitas yang semakin relevan. Dampaknya bukan hanya pada biaya transportasi pengguna, tetapi juga pada upaya mengurangi konsumsi BBM secara nasional.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya