lustas saham TMTG (Artificial Intelligence)
Kinerja keuangan Trump Media & Technology Group (TMTG) kembali menjadi sorotan. Perusahaan yang didirikan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump itu mencatat kerugian bersih lebih dari 238 juta Dolar AS pada kuartal II 2026, terutama akibat penurunan nilai aset kripto dan aset digital lainnya.
Kerugian tersebut melonjak tajam dibandingkan sekitar 20 juta Dolar AS pada periode yang sama tahun lalu. TMTG mengatakan lebih dari 190 juta Dolar AS kerugian berasal dari penurunan nilai aset digital, aset digital yang dijaminkan, serta sekuritas ekuitas.
Di sisi lain, pendapatan perusahaan justru tumbuh. TMTG mencatat pendapatan 1,7 juta Dolar AS, naik 89 persen dibandingkan kuartal II tahun lalu. Sebagian besar pendapatan tersebut berasal dari layanan iklan di Truth Social, platform media sosial milik perusahaan.
Namun, kenaikan pendapatan belum mampu menahan laju pengeluaran. Biaya operasional TMTG melonjak sekitar 275 persen menjadi lebih dari 165 juta Dolar AS.
Chief Financial Officer TMTG Phillip Juhan mengatakan kondisi tersebut tidak terlepas dari pergerakan aset digital.
“Biaya operasional kami sebagian besar dipengaruhi oleh volatilitas harga aset digital," ujarnya, dikutip dari CNBC International, Selasa 11 Agustus 2026.
TMTG juga mulai mencari sumber pendapatan baru. Salah satunya melalui Truth API, layanan yang memberikan akses lebih cepat terhadap unggahan di Truth Social. Perusahaan mengatakan telah menandatangani lebih dari 10 perjanjian dengan pelanggan, yang sebagian besar merupakan perusahaan perdagangan frekuensi tinggi.
Pelanggan Truth API tersebut membayar sekitar 60.000-100.000 Dolar AS per bulan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya TMTG untuk mengembangkan bisnis di luar platform Truth Social.
Selain media sosial, TMTG sebelumnya juga masuk ke bisnis kripto, layanan keuangan, dan energi fusi. Namun, perusahaan kini memilih lebih fokus pada bisnis media dan rencana merger dengan TAE, perusahaan yang bergerak di bidang energi fusi.
CEO sementara TMTG Kevin McGurn menilai langkah tersebut penting bagi masa depan perusahaan.
“Merger dengan TAE adalah faktor pendorong terpenting bagi nilai jangka panjang perusahaan ini," kata McGurn.
Di pasar saham, tekanan terhadap TMTG juga semakin terlihat. Saham perusahaan dengan kode DJT di Nasdaq ditutup anjlok sekitar 8 persen pada Senin, waktu AS. Nilainya kini jauh di bawah level saat pertama kali diperdagangkan di Nasdaq pada 2024.