Berita

Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Prof Didik J. Rachbini. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Bisnis

Prof. Didik J. Rachbini:

Industrialisasi Kelas Dunia Harus Digenjot demi Ekonomi Tumbuh 8 Persen

SENIN, 10 AGUSTUS 2026 | 20:25 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto didorong untuk memanfaatkan peluang industrialisasi berkelas dunia agar pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 8 persen sebagaimana target yang dipatok Kepala Negara saat berkampanye di Pilpres 2024 lalu.

Pendiri Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Prof. Didik J. Rachbini menuturkan, kebijakan ekonomi Pemerintah masih belum menjadikan potensi pengembangan utama.

"Memang kita tidak sama sekali mengabaikan sektor luar negeri dan tetap ada kegiatan dan dunia usaha yang melakukan mengekspor, menarik FDI (Foreign Direct Investment) dan melakukan hilirisasi," tutur dia kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Senin, 10 Agustus 2026.


"Masalahnya adalah sektor luar negeri belum dijadikan mesin utama transformasi struktural dan industrialisasi," sambung Prof. Didik. 

Rektor Universitas Paramadina itu memandang, kebijakan ekonomi Indonesia masih  terlalu berorientasi ke pasar domestik, substitusi impor, penguasaan sumber daya, dan konsumsi domestik.

"Karena itu harus diubah menjadi kebijakan sebaliknya, yang mempenetrasi pasar internasional dengan daya saing industri yang kuat, orientasi ekspor, memanfaatkan investasi dan supply changes global," ujarnya.

Oleh karena itu, Prof. Didik meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak akan lebih tinggi dari yang dicapai sekarang, yaitu rata-rata tiap tahun di kisaran 5 persen, apabila kebijakan yang diandalkan masih berorientasi dalam negeri 

"Hanya dengan memperhitungkan kembali sektor luar negeri dengan kebijakan yang baik, maka tingkat pertumbuhan lebih tinggi bisa diwujudkan," demikian Prof. Didik menambahkan.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bezzecchi Juara MotoGP Mandalika, Martin Kembali ke Puncak Klasemen

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:27

Prabowo dan El-Sisi Kecam Keras Pembangunan Permukiman Ilegal Israel

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:20

Gus Lilur Minta KPK Usut Dugaan Aliran Dolar di Muktamar NU

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:06

Quiles Juara Moto3 Mandalika, Veda Ega Finis Keenam

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:52

Koperasi Didorong Bergerak ke Sektor Produksi Hingga Keuangan

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:44

Mesir Tambah Beasiswa untuk Mahasiswa Kedokteran, Teknik, dan Sains Indonesia

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:42

20 Kapolres dan Kapolresta Pulau Jawa Dirombak Jenderal Suyudi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:33

Prabowo Bidik Penguatan Ekonomi RI-Mesir Lewat Perjanjian Dagang dan Dana Investasi Bersama

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:14

Krisman Harefa Gugat MSIG Life Insurance Indonesia Rp1 Miliar ke PN Jaksel

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:11

Muzakarah Tauhid Sufi Jadi Momentum Perkuat Persatuan Umat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:01

Selengkapnya