Berita

Presiden AS Donald Trump (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube DWS News)

Dunia

Trump Punya Strategi Baru Hadapi Iran, Bukan Serangan Militer

SENIN, 10 AGUSTUS 2026 | 11:38 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Washington kini memilih pendekatan yang lebih tenang dalam menghadapi Iran. AS disebut tidak terburu-buru meningkatkan serangan militer dan memilih membiarkan tekanan ekonomi terhadap Teheran bekerja.

Berbicara dalam wawancara telepon singkat dengan Barak Ravid dari Channel 12 dan Axios pada Minggu, 9 Agustus 2026, Trump mengatakan AS masih berkomunikasi dengan Iran, tetapi dilakukan secara terbatas dan diam-diam.

“Kami melakukannya secara diam-diam. Kami hanya melakukan negosiasi setengah-setengah dengan mereka,” kata Trump, dikutip Senin, 10 Agustus 2026.


Trump mengatakan AS kini hanya mengamati kondisi ekonomi Iran yang semakin tertekan.

“Kami hanya mengamati Iran dengan inflasi yang sangat tinggi dan fakta bahwa mereka tidak memiliki uang. Ini akan berhasil. Selalu akan berhasil. Ini seperti permainan catur,” ujarnya.

Trump menilai kondisi keuangan Iran sudah sangat buruk, bahkan disebut kesulitan membayar pasukannya. Menurutnya, tekanan tersebut dapat membuat Iran akhirnya bersedia berkompromi.

Sikap Trump muncul ketika Iran menetapkan syarat baru untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur penting yang sebelumnya membawa sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.

Harapan tercapainya kesepakatan antara Iran, AS, dan Oman untuk membuka kembali selat tersebut pun kembali meredup. Iran juga membantah telah melakukan pembicaraan langsung dengan AS.

Trump sebelumnya sempat mengancam serangan besar terhadap Iran. Namun, ancaman itu kemudian mereda setelah ia mengatakan ada kemajuan dalam pembicaraan.

Sementara itu, laporan mengenai perbedaan sikap di dalam pemerintahan Iran juga muncul. Presiden Masoud Pezeshkian disebut lebih mendukung kesepakatan untuk mencegah ekonomi Iran semakin terpuruk, sementara kelompok di dalam IRGC disebut menentang konsesi kepada AS.

Kantor Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei juga mengklaim bahwa ia baru-baru ini bertemu dengan Pezeshkian untuk membahas kondisi negara, termasuk situasi militer dan masa depan Iran.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

UPDATE

Perpres Pelindungan Ojol Jangan Berhenti di Atas Kertas

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:29

Awasi Ketat Penggunaan Anggaran Operasi Modifikasi Cuaca

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:16

Sakelar Cahaya di Dalam Otak

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:04

Kartu Nikah Digital Bisa Diakses melalui Simkah, Ini Caranya!

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:44

Nusron Wahid Bikin KPK Tidak Berkutik

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:24

Dulu di Depok Banyak Maling dan Begal, Sekarang Aman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:08

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Puluhan Korban Investasi Emas Polisikan Direksi PT DGJ

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:33

Tragedi Affan dan Bambang Jangan Terulang

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:14

Selengkapnya