Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

BEI Resmi Luncurkan ETF Emas, Alternatif Baru Investasi Emas di Bursa

SENIN, 10 AGUSTUS 2026 | 07:36 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa Efek Indonesia (BEI) meluncurkan produk investasi baru berupa Exchange Traded Fund (ETF) emas pada hari ini, Senin, 10 Agustus 2026. Peluncuran ini bertepatan dengan peringatan 49 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia.

Kehadiran ETF emas menambah pilihan instrumen investasi bagi masyarakat yang ingin mendapatkan eksposur terhadap pergerakan harga emas tanpa harus membeli dan menyimpan emas fisik.

Sebelumnya, Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi mengatakan sejumlah Anggota Bursa (AB) telah bersiap menerbitkan produk ETF emas. Ia menyebut terdapat kurang dari 10 AB yang tengah mempersiapkan penerbitan instrumen tersebut.


"Nanti, InsyaAllah diluncurkan di hari ulang tahun pasar modal, 10 Agustus 2026. Mudah-mudahan ya, doain," tutur Iding saat berbicara dengan media, pekan lalu, dikutip redaksi, Senin 10 Agustus 2026.

Senada, Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan regulasi mengenai ETF emas telah diterbitkan dan telah memperoleh persetujuan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Menurutnya, sudah ada tujuh Manajer Investasi (MI) yang mengajukan permohonan perjanjian pendahuluan pencatatan ETF emas. Pengajuan tersebut menjadi salah satu tahapan awal sebelum produk dapat diterbitkan dan diperdagangkan di bursa.

Dari sisi regulator, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon (PMDK) OJK Hasan Fawzi mengatakan OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) terus mendukung upaya industri pengelolaan investasi untuk merealisasikan ETF emas.

“Atas hal ini, tentunya proses penerbitan akan memperhatikan aspek pemenuhan regulasi dan perlindungan investor. Berkaitan dengan jumlah Manajer Investasi (MI) yang ikut serta, di tahap awal semester II-2026 peluncuran direncanakan 5 sampai 7 pihak (MI),” kata Hasan dalam jawaban tertulis konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Juli 2026, di Jakarta. 

Hasan menambahkan, penerbitan ETF emas juga harus didukung kesiapan seluruh pihak yang terlibat, baik dari sisi infrastruktur maupun operasional.

Berdasarkan POJK Nomor 2 Tahun 2026 tentang reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif yang unit penyertaannya diperdagangkan di bursa efek dengan aset yang mendasari berupa emas, ETF emas merupakan produk reksa dana yang unit penyertaannya diperdagangkan di bursa dengan emas sebagai aset yang mendasarinya.

Dengan mekanisme tersebut, investor dapat mengikuti pergerakan harga emas melalui instrumen yang diperdagangkan di bursa, tanpa harus membeli dan menyimpan emas fisik secara langsung.

Kehadiran ETF emas sekaligus membuka babak baru bagi investasi berbasis emas di pasar modal Indonesia. Instrumen ini menggabungkan karakter investasi emas dengan mekanisme perdagangan di bursa, sehingga memberikan alternatif bagi investor yang ingin memperoleh eksposur terhadap emas melalui pasar modal.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Sandy Rio Kuahaty Nakhodai GAMKI Jakut 2026-2029

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:26

Bawaslu Dorong Transformasi Digital dari Administrasi ke Pengawasan Berbasis Risiko

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:23

Kementerian HAM Perluas Akses Pendidikan Tak Hanya untuk ASN

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:14

Reformasi Kelistrikan Penting untuk Capai Ekonomi 8 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:01

Menkop Kukuhkan Yudi Azis sebagai Rektor IKOPIN Periode 2026–2031

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:44

Bahas Keamanan hingga Lapangan Kerja

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:42

Meracik Horor Komedi di Film Ghosthing, Ini Pandangan Peter Surya Wijaya

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:41

Tanggapi Survei Celios, Gibran Janji Kerja Lebih Baik

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:35

Mantan Pj Gubernur Sulsel Bantah Cawe-cawe Pengadaan Bibit Nanas

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:31

APBD DKI 2027 Diusulkan Rp82,89 Triliun, Naik 4,18 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:20

Selengkapnya