Berita

Geisz Chalifah. (Foto: Istimewa)

Publika

Tidak Semua Kritik Harus Dilawan

Kuliah Satu SKS untuk Pembela Pemerintah
SENIN, 10 AGUSTUS 2026 | 06:01 WIB

SAYA pernah berada dalam posisi yang hampir selalu harus menjawab kritik terhadap Pemprov DKI Jakarta.

Saya berhadapan dengan politisi, dengan orang-orang yang mengaku aktivis media sosial tetapi afiliasi dan keberpihakannya terlalu jelas untuk disembunyikan. 

Saya juga pernah berhadapan dengan intelektual bayaran pengamat perkotaan, dosen di universitas swasta yang persepsinya bisa berubah mengikuti siapa yang sedang berkuasa.


Ketika diberi ruang oleh gubernur DKI Jakarta sebelum Anies Baswedan, bicaranya lain. Memuji. Begitu Anies menjadi gubernur, hampir semua hal mendadak salah.

Saya hadapi mereka dengan data. Beradu argumen, membongkar logikanya, dan kalau perlu meledek atribut yang mereka sematkan sendiri: “ Pengamat perkotaan.” 

Tetapi ada kelompok yang saya perlakukan berbeda: WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia).

Ketika berhadapan dengan WALHI, saya tidak sibuk membantah. Saya tidak mengeluarkan semua data yang saya punya untuk mencari pembenaran. Saya justru meminta mereka mengkritik Pemprov DKI lebih tajam lagi.

Kenapa?

Karena saya tahu kritik seperti apa yang perlu dijawab dan kritik seperti apa yang justru harus didengarkan.

Tidak semua orang yang mengkritik pemerintah adalah musuh. Dan tidak semua orang yang membela pemerintah sedang melakukan sesuatu yang terhormat.

Ada kritik yang lahir dari kepedulian. Ada kritik yang tujuannya memperbaiki kebijakan. Ada kritik yang membuat pemerintah dipaksa bekerja lebih baik.

Tetapi ada juga kritik yang sejak awal memang hanya ingin menghancurkan reputasi. Data tidak terlalu penting. Konsistensi tidak penting. Yang penting adalah narasi dan kesimpulan sudah ditentukan sejak awal.

Begitu pula sebaliknya.

Membela pemerintah bukan berarti setiap kritik harus dibantah. Apalagi kalau yang dipertontonkan justru ketidaksiapan menghadapi argumen.

Karena itu saya merasa malu melihat video diskusi antara aktivis Greenpeace dengan si tukang monolog yang  selalu mengambil posisi membela pemerintah.

Bukan karena saya menganggap aktivis selalu benar.

Bukan juga karena pemerintah tidak boleh dibela.

Tetapi karena dalam sebuah diskusi, orang yang datang untuk membela pemerintah seharusnya membawa argumen, data, dan kemampuan menguji balik kritik. Bukan sekadar membawa keyakinan bahwa pemerintah pasti benar.

Yang saya lihat justru seperti orang yang belum selesai memahami pertanyaan, tetapi sudah buru-buru ingin memenangkan jawaban.

Dan akhirnya yang terlihat bukan seorang pembela pemerintah.

Yang terlihat adalah seseorang yang sedang dikuliahi.

Satu SKS.

Dan dosennya bahkan tidak perlu meninggikan suara.

Ini linknya dengarkan saja sendiri.

https://vt.tiktok.com/ZS4sm5TwD/

Geisz Chalifah
Pegiat demokrasi

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Korporasi Biang Kerok Karhutla Harus Dihukum Maksimal

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:32

Partisipasi Industri Lokal Menguat, 101 Calon Mitra PSEL Denera Lolos Seleksi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:31

IHSG Rontok 1,29 Persen, Rupiah Cerah ke Rp18.112 per Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:27

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Pasokan Gas RI ke Luar Negeri

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:12

Harga Emas Antam Turun Lagi, Beli Sekarang?

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:01

Andrea Bocelli Harus Cabut Dukungan ke Israel jika Ingin Konser di Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:43

Pemerintah Jangan Tutup Mata atas Nasib PMI di Malaysia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:25

Indonesia dan Singapura Harus Kompak Bongkar Jejak Korporasi Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:14

Kopdes Jangan Malah Jadi Pesaing UMKM

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:05

Jakarta Tak Kalah dari Singapura Gelar Konser Dunia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:40

Selengkapnya